Singapura, Beritasatu.com – PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) dan Glencore plc (Glencore) telah menandatangani perjanjian jual beli dengan Shell Singapore Pte. Ltd (SSPL) akan mengakuisisi seluruh asetnya di Shell Energy dan Singapore Chemical Park (SECP). Glencore dikenal sebagai salah satu perusahaan sumber daya alam terkemuka di dunia.

Read More : IHSG Hari Ini Jumat 19 Juli 2024 Dibuka di Zona Merah

Setelah melalui proses penawaran yang kompetitif, CAPGC Pte. Ltd. (CAPGC), perusahaan patungan yang mayoritas dimiliki dan dioperasikan oleh Chandra Asri Group dan minoritas oleh Glencore melalui pemiliknya masing-masing, setuju untuk mengakuisisi SECP, kilang minyak mentah dengan kapasitas pemrosesan 237,000 barel per hari a, cracker etilen berkapasitas 1, 1 juta ton per tahun di Pulau Bukom dan sifat kimia hilir di Pulau Jurong.

Presiden dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra mengatakan akuisisi ini merupakan keberhasilan rencana strategi M&A untuk menjadi pemain kimia dan infrastruktur terkemuka dan akan semakin memperkuat bisnis Chandra Asri.

“Kombinasi platform energi dan bahan kimia baru di Pulau Bukom dan Jurong, Singapura, dengan kehadiran kami di Cilegon, Indonesia, akan memberikan perluasan penawaran produk dan peningkatan layanan, memungkinkan kami memanfaatkan peluang terbaru di pasar Tenggara yang sedang berkembang. “Kami sangat antusias untuk bermitra dengan Glencore, dan kami dengan hangat menyambut talenta SECP untuk meningkatkan kemampuan bersama kami sebagai hasil akhir yang positif dari proses penjualan berkualitas tinggi,” kata Erwin.

Managing Director Glencore Singapura Quek Chin Thean juga menyambut baik kemitraan ini dan yakin dengan keberhasilan usaha patungan Glencore dengan Chandra Asri Group di CAPGC.

“SECP adalah aset utama di Asia Tenggara, berlokasi unik dan strategis di Singapura, pusat perdagangan energi terpenting di Asia. Integrasi sektor terbarukan dan kimia merupakan operasi canggih yang dilakukan oleh staf yang sangat profesional dan profesional, memainkan peran penting dalam membuka peluang baru untuk berdaya saing di tengah transisi energi, sesuai dengan rencana jangka panjang kami. pertumbuhan di masa depan, memperluas dan memperluas penawaran kami, dan memberikan nilai luar biasa bagi semua yang terlibat,” kata Quek.

Untuk saat ini, transaksi tersebut masih menunggu persetujuan regulator dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2024.

Read More : Sri Mulyani: RAPBN 2026 Prioritaskan Pendidikan hingga Industrialisasi

Komitmen Chandra Asri Group dalam mengembangkan industri berkelanjutan

Chandra Asri Group merupakan satu-satunya perusahaan di Indonesia yang mengoperasikan industri Naphta Cracker, Styrene Monomer, Butadiene, MTBE dan Butene-1. Berkat kegigihan dan kerja keras pendiri Chandra Asri Group, Prajogo Pangestu, perusahaan ini telah berdiri lebih dari 31 tahun dan terus tumbuh dan berkembang membangun industri hilir Klor Alkali – Etilen Diklorida (ECC) kekinian. di Indonesia.

Selain fokus pada pengembangan bisnis, Chandra Asri Group juga berkomitmen mengembangkan bisnis berkelanjutan dengan terus memperhatikan lingkungan melalui program ESG yaitu efisiensi, pengembangan bisnis ramah lingkungan, penerapan energi terbarukan dan prinsip ekonomi.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *