BANDAR LAMPUNG, Beritasatu.com – Ratusan perenang asal Lampung berenang di perairan terbuka sambil mengibarkan bendera merah putih, mencatatkan rekor renang jarak terjauh di Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Perenang Lampung berenang di bawah bendera Merah Putih berukuran 20 x 5 meter melintasi perairan Teluk Lampung sepanjang 8 kilometer.
Read More : Momen Wapres Gibran Rakabuming Raka Borong Dagangan UMKM
Memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-79, ratusan perenang asal Kabupaten Lampung berenang di perairan terbuka sambil mengibarkan bendera merah putih, mencetak rekor baru renang jarak terjauh.
Pemecahan rekor Muri terjadi pada Sabtu pagi (17 Agustus 2024) di Pantai Kunit kawasan Bumi Walas Bandar Lampung. Untuk memecahkan rekor Muri, para perenang bersiap di Pantai Kunit mulai pukul 05:30 WIB.
Ratusan perenang dari berbagai kabupaten dan kota di Kabupaten Lampung akan berenang di bawah bendera besar berukuran 20 x 5 meter.
Peserta berkisar dari pemain termuda pada usia 9 tahun hingga pemain tertua pada usia 72 tahun dalam upaya pemecahan rekor ini. Para atlet tersebut berenang sejauh 8 kilometer melintasi perairan Teluk Lampung sambil membawa bendera Merah Putih berukuran 20 x 5 meter.
Pukul 06.15 WIB para perenang mulai berenang dari Pantai Kunit sambil mengibarkan bendera merah putih menuju Pantai Mutung di Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.
Ombak besar di Teluk Lampung menjadi kendala bagi para perenang yang mengibarkan bendera merah putih raksasa di Pantai Mutung, Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.
Selain itu, ukuran bendera Merah Putih yang besar juga membuat para perenang yang menempuh jarak 8 kilometer menjadi lambat. Mengibarkan bendera besar merah putih, perenang membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk berenang melintasi perairan Teluk Lampung.
Para perenang asal Lampung sukses menempuh jarak 8 kilometer dari Pantai Kunit di Bandar Lampung hingga Pantai Mutung di Pesawaran tanpa hambatan besar sambil mengibarkan bendera besar berwarna merah putih.
Ajang renang bendera raksasa ini diselenggarakan oleh Komunitas Renang Antar Pulau (KPAP) Lampung. Acara renang Merdeka bertulisan Muri ini bertujuan untuk mempertebal rasa nasionalisme dan patriotisme pada semangat generasi muda khususnya di kabupaten lampung.
Selain itu, kegiatan renang sukarela ini juga diharapkan dapat menunjukkan bahwa masyarakat Lampung mempunyai talenta-talenta hebat dan menjadi penyemangat generasi muda untuk sukses di bidangnya.
Salah satu perenang yang mengikuti ajang renang sukarela ini adalah Amira Kayana Putri. Siswa SMA Negeri 2 Bandar Lampung ini tertarik mengikuti kegiatan perayaan 79 tahun kemerdekaan Indonesia karena ingin mencoba sendiri.
Read More : Gudang Logistik KPU Cimahi Terdampak Hujan Angin Disertai Angin Kencang, Surat Suara Pilwalkot Basah
Amira menuturkan, ia menemui beberapa kendala saat berenang, antara lain ombak tinggi dan tarikan bendera yang berat.
“Saya kesulitan berenang sejauh 8 kilometer dan tentunya memakan waktu yang lama. Ditambah lagi ombaknya sangat besar padahal masih pagi,” kata Amira.
Remaja 15 tahun yang kerap mengikuti kompetisi renang perairan terbuka ini mengaku senang bisa mengikuti upaya pemecahan rekor tersebut.
Amira menuturkan, “Seru sekali lari 8 kilometer dengan membawa bendera berukuran 5 x 20 meter.
Sementara itu, Koordinator Komunitas Renang Antar Pulau Lampung Napoli Situmoran mengatakan, perenang yang ingin mencetak rekor tersebut tidak hanya perenang asal Kabupaten Lampung saja, namun juga perenang dari luar Kabupaten Lampung.
“Pesertanya datang dari Jakarta, dan juga dari Semarang, Banten, dan Palembang) untuk mengetahui bagaimana kita bisa mendapatkan hasil, bukan hanya karena Lampung terkenal lalai),” kata Napoli Situmoran.
Napoli mengatakan, selain mencetak rekor Muri, renang sukarela ini juga dilakukan dengan tujuan memberikan inspirasi untuk kegiatan lainnya.
“Kami mengadakan acara-acara yang menurut kami dapat menciptakan sesuatu yang menginspirasi, dan kami berharap mungkin dapat menginspirasi acara-acara lainnya,” kata Napoli.
Ajang renang sukarela ini juga didukung oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Qormi) Lampung. Setelahnya, olahraga bawah air ini akan didaftarkan di Qormi dan menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Qormi.