Madina, Beritasatu.com- Muhammad Heppy (33) dan Hari Suhartono (58) yang berkunjung ke Indonesia tak kuasa menahan air mata saat pertama kali tiba di Masjid Nabawi, setelah menempuh penerbangan panjang dari Indonesia.

Read More : Suara Getar Mantan Anak Buah SYL di Sidang: Kami Hanya Jalankan Perintah Atasan

Jemaah tersebut merupakan bagian dari rombongan penerbangan (SUB) Surabaya yang tiba hanya dalam waktu satu hari di Madinah, Arab Saudi, sedangkan rombongan berita haji (MCH) menemuinya di halaman Masjid Nabawi, Selasa (14/5/2021). 2024). ), dilansir Antara.

Saat itu, keduanya boleh berangkat untuk persiapan salat siang di area luar Masjid Nabawi.

“Saya penuh kegembiraan, kebahagiaan, dan saya masih bertanya-tanya mengapa saya ada di sini. Saya tidak menyangka saya akan berada di sini,” kata Heppy.

Heppy adalah salah satu dari jutaan orang yang menerima seruan Allah SWT. Heppy menggantikan ayahnya yang tidak bisa berangkat haji karena kesehatannya yang tidak memungkinkan.  

Apalagi, kini Kerajaan Arab Saudi dan Kementerian Agama memasukkan syarat kesehatan saat menunaikan ibadah haji.

Dalam hatinya, dia mengatakan dia punya pendapat berbeda. Sebaliknya, dia bisa pergi ke Nabawi dan pergi ke Masjidil Haram di Makkah. Namun di sisi lain, ia sedih karena impian ayahnya untuk berangkat haji telah kandas.  

Heppy menggantikan ayahnya yang punya otak untuk menemani ibunya. “Saya harap imbalan yang pantas Anda dapatkan bisa datang dari saya.”

Read More : Bukan Kebetulan Gereja Katedral Jakarta Berdampingan dengan Masjid Istiqlal

Sebagai bagian dari Heppy, Hari Suhartono merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan saat pertama kali tiba di Masjid Nabawi.

Tampaknya perjuangan menabung dan menunggu selama 12 tahun berhasil. “Saya sungguh terharu, yang jelas perjuangan, kesabaran, pengabdian, keyakinan, sepertinya membuahkan hasil pak,” ujarnya.

Jika tadi dia melihat keindahan Masjid Nabawi di televisi, barulah dia bisa berdoa kepada Rasulullah.

Selama berada di Nabawi, ia selalu menyapa dan menyapa pejabat dari negara lain, meski terkendala bahasa. “Di dalam (masjid) berbagai ras bertemu,” ujarnya.

Bagi Heppy dan Hari, datang ke tanah suci dan bisa salat di Masjid Nabawi merupakan pengalaman yang tidak akan pernah mereka lupakan dan akan menjadi cerita pengantar tidur bagi anak cucunya kelak.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *