Tulungagung, Beritasatu.com – Hilang kontak selama 40 tahun dan tewas saat Tsunami Aceh 2004, Marmi dan keluarganya asal Sumatera bisa bertemu kembali dengan ibunya Wiji (94), warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut. Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (30 April 2024).
Read More : 40 Tahun Jualan Kerupuk Keliling, Seorang Warga Mojokerto Naik Haji
Air mata haru mengalir saat ibu Marmi dan Viji bertemu. Terkubur nostalgia puluhan tahun, keduanya langsung berpelukan.
Kisah ini bermula ketika Marmi berimigrasi ke Sumatera bersama suami dan kedua anaknya pada tahun 1976. Marmi pulang mengunjungi keluarganya di Tulungagung pada tahun 1984, namun kemudian kembali ke Sumatera.
Kesibukannya di luar negeri menyebabkan Marmi kehilangan kontak dengan keluarganya di Tulungagung selama puluhan tahun. Akhirnya, pada awal April 2024, anak tersebut, dengan dukungan salah satu sepupunya, aktif mencari desanya dengan menghubungi akun Instagram Kalivungu.
โSetelah menghubungi aparat desa Kaliwungu, akhirnya kami berhasil menemukan keluarga yang kami cari. Lalu bersama ibu kami (Marmi) dan keluarga kami akhirnya berhasil menemui nenek Wiji yang kini ada di sini.โ 94 tahun, kata Suyadi, anak Marmi.
Wajah Viji berseri-seri bahagia menjalani nostalgia selama 40 tahun. Selama ini keluarga Tulungagung juga sangat bingung dengan keberadaan Marmi.
Read More : Libur Panjang, Ribuan Pengunjung Padati Pantai Pangandaran
Bahkan sempat beredar kabar bahwa anak dan keluarga Marmi tewas pada tahun 2004 akibat tsunami Aceh. Keluarga di Tulungagung akhirnya mengalah dan menggelar upacara peringatan kematian.
“Wes nggak sambut bolak-balik dan cerita Yowes ikhlas dan dia nggak peduli keluarga Marmy dan Wes meninggal. Nah, kenapa kamu tidak tahu, aku senang. (Doa dan pesta dikirim karena belum ada informasi kalau Marmy dan keluarganya sudah meninggal, sekarang masih hidup dan โKita bisa bertemu lagi. Saya sangat senang,โ kata Viji, ibu Marmi.