Subang, Beritasatu.com – Calon Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menceritakan momen dirinya diminta duduk di mobil Maung Garuda “Presiden 1” yang dikemudikan Presiden Prabowo Subianto usai dilantik di Gedung MPR/DPR RI. Minggu (20.10.2024).
Read More : 2 Korban Ledakan Smelter Titanium di Karawang Meninggal Dunia, Luka Bakar 80 Persen
Dedi menjelaskan, dirinya datang ke Jakarta pada Minggu (20/10/2024) untuk menyaksikan pelantikan Prabowo. Ia memutuskan menunggu barisan warga di depan Tower Intiland.
โSebagai orang biasa, saya menunggu di jalan sampai Pak Prabowo menyapa. Begitu lewat, tiba-tiba orang di belakang saya mengangkat badan saya,โ kata KDM yang akrab disapa Dedi Mulyadi, di Lembur Pakuan, Subang, Senin (21/10/2024).
Saat dilantik, KDM spontan menunjukkan rasa hormatnya kepada Prabowo yang menyapa warga dari atap mobil. Prabowo langsung tersenyum dan mengajak KDM berjabat tangan.
Tak sampai disitu saja, saat melewati Prabowo, ia terus menunjuk ke arah KDM. Prabowo pun meminta mobil yang ditumpanginya berhenti.
“Nah, saya tambah bingung, lalu ternyata saya ditelepon. Saat ditelepon, saya bingung. Ayah saya dari atas yang mengajak saya datang,” ujarnya.
Saat itulah, KDM langsung masuk ke dalam mobil yang pertama kali digunakan Prabowo. Selepas mendarat, Prabowo mengelapnya dan meminta KDM duduk paling depan menemaninya menyapa warga.
Read More : Mobil Listrik Mahal Terus Berdatangan ke Indonesia Saat Tren Beralih ke Harga Terjangkau
Apalagi, Prabowo menghadiahkan rompi kepada KDM karena pakaian putih yang dikenakannya identik dengan pesta. Namun karena KDM dibatasi protokol, lokasinya tidak dekat dengan Prabowo.
โKarena alasan protokoler itu tidak mungkin, jadi saya turun dan menerima hadiah (tambalan dan rompi), dan itu sudah menjadi kenangan. Saya menyimpannya,โ katanya.
Dalam kesempatan tersebut, KDM menyatakan keyakinannya bahwa kepemimpinan Prabowo Subianto akan memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia lebih lanjut. Sebagai jajarannya, KDM berupaya membantu mewujudkan impian Prabowo semaksimal mungkin dengan membangun Jawa Barat yang istimewa.