Jakarta, Beritasatu.com – Volkswagen (VW) bergabung dengan banyak produsen mobil yang mengapresiasi keunggulan mobil hibrida (plug-in hybrid electric vehicle/PHEV).
Read More : WhatsApp Siapkan Fitur Filter Chat, Apa Fungsinya?
Laporan dari Carscoops, Kamis (5/9/2024), Revolusi mobil listrik mengalami kemunduran karena laju adopsi konsumen tidak secepat perkiraan banyak produsen mobil sebelumnya. Hal ini menyebabkan banyak perusahaan merevisi rencananya, bahkan menunda jadwal peluncuran mobil listrik.
CEO VW Thomas Schafer mengatakan meskipun perubahan teknologi ini masih diperlukan karena menurunnya minat terhadap penggerak baterai-listrik, mobil hybrid kini menjadi tren yang diinginkan banyak orang. Thomas Schafer berkata: “Mereka menganggapnya tidak jujur.
Menanggapi masukan pelanggan, Schafer menyambut baik keputusan perusahaan untuk terus menawarkan Golf, Passat, dan Tiguan versi PHEV.
Dia mencatat bahwa PHEV saat ini memiliki umur yang lebih panjang dari perkiraan sebelumnya. Namun, perusahaan juga menyadari bahwa PHEV adalah solusi sementara menuju era kendaraan serba listrik, dengan komitmen terhadap pengembangan teknologi.
Read More : Lihat Kekompakan Personel Padi Rebon, Giring Ganesha: Kangen Bermusik Lagi
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Volkswagen akan terus memanfaatkan kekuatan PHEV, sambil terus berinovasi untuk menambah jangkauan kendaraan listrik sepenuhnya (electric vehicle/BEV).
Oleh karena itu, Volkswagen akan lebih berhati-hati dalam memilih model dan produk yang akan menerima tenaga PHEV.