Jakarta, Beritasatu.com – Cendekiawan Muslim asal Zimbabwe, Mufti Menak, menilai keuangan syariah memiliki potensi besar di Indonesia jika dapat dimanfaatkan secara efektif.
Read More : IHSG Sesi I Senin 3 Juni 2024 Melonjak 1,45 Persen
Demikian disampaikan dalam acara ceramah The Strong Minor Project bertajuk “Connect 2: Light upon Light in the Times of Hardship” di Museum, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta, Minggu (21/7/2024).
“Jika pendidikan dan kesadaran tentang keuangan syariah ditingkatkan untuk mencegah riba, Indonesia punya banyak potensi,” kata Maulvi.
Hal ini menginspirasi semangat membangun kehidupan yang baik dengan pilar pengembangan keuangan konsumen sesuai prinsip syariah.
Mufti Menk yang sudah empat kali berkunjung ke Indonesia, mengapresiasi perkembangan tersebut setiap kali ia berkunjung ke Jakarta atau kota lain.
Mufti bernama lengkap Ismail Ibn Musa Menk ini mengatakan, kehadirannya di acara Connect 2 akan membantu masyarakat di masa sulit seperti saat ini. Ia mengatakan, sesulit apa pun situasi yang Anda hadapi, jangan putus asa.
Read More : Harga Minyak Naik Seiring Turunnya Pasokan dan Meningkatnya Permintaan
Tahun ini pada acara Islamic Sharing Experience Connect 2.0, Mufti Menak bersama dua rekannya serta pembicara Muslim internasional, Dr. Muhammad Salah dari Mesir dan saudara laki-laki Wael Ibrahim dari Australia. Saat ini Ustaz Khalid Baslamah, Ustaz Subhan Bawazier dan Ustaz Ali Hasan Bawazier berasal dari Tanah Air.
Zaki Maulana Irfan, perwakilan dari Strong Minor Project, mengatakan bahwa tujuan utama Connect 2 adalah untuk meningkatkan jaringan dan hubungan peserta dengan orang-orang dan komunitas dari negara lain. Selain itu, acara ini juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk berbagi pengalaman, ide, dan nilai-nilai budaya dari berbagai belahan dunia.
“Tujuannya untuk mengembangkan komunitas Islam agar bisa bertukar pikiran dan nilai.