Tuban, prestasikaryamandiri.co.id – Mujiono (65), warga Desa Pakis, Kecamatan Grabakan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mencekik istrinya Tumirah (60) hingga tewas. Usai melakukan operasi, pelaku menyerahkan diri di kantor polisi terdekat, Polsek Grabakan.

Kapolsek Grabakan AKBP Sampir Santoso membenarkan pembunuhan tersebut terjadi di wilayah hukum Polres Tuban. Kini, penyebab kematian korban diduga akibat kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan suaminya hingga korban meninggal dunia.

“Saat berada di kantor polisi, pelaku mengatakan bahwa sejak tadi malam dia melakukan KDRT terhadap istrinya dengan cara mencekik leher hingga mengakibatkan istrinya meninggal dunia,” ujarnya, Kamis (25/4/2024).

Melihat keadaan istrinya yang sudah tidak bernyawa, pelaku berencana bunuh diri dengan meminum ganja yang dicampur racun tikus, namun gagal. Mujiono kemudian keluar rumah dan berencana menyerahkan diri di Polsek Grabagan.

“Setelah mendengar keterangan pelaku, anggota Polsek Grabagan berkoordinasi dengan aparat Desa Pakis untuk menjenguk kondisi korban di rumahnya. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban diketahui meninggal dunia dengan luka memar di bagian kepala,” jelasnya.

Berdasarkan informasi warga sekitar, pelaku nekat melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) karena diduga terbakar rasa cemburu. Pelaku melakukan operasi pada tengah malam.

Bahkan, beberapa tetangga juga mendengar teriakan korban. Setelah mengetahui istrinya meninggal, penyerang menyerahkan diri kepada polisi di Grabakan.

“Jadi tersangka menyerahkan diri ke polisi dan mengaku membunuh istrinya. Polisi menghubungi petugas barangay untuk membuka rumah korban bersama warga. Setelah masuk ke dalam rumah, korban ditemukan tewas di ruang belakang, ditutupi selimut dan hanya sudah sampai,” kata Kepala Desa Pakis. , singkatnya.

Dijelaskan Muhklisin, korban mengalami luka di bagian kepala bagian belakang, kemudian keluar darah dari telinga dan hidung. “Baru tadi malam sekitar pukul 24.00 WIB warga sekitar mendengar suara gaduh dan terdengar seperti ada yang mengendus,” jelasnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *