Bandarlampung, Beritatu.com – Wakil Calon Gubernur (Cawagub) Lampung Nomor 1 Sallela dan 2 Jihan Nerlel setuju bahwa salah satu masalah sosial yang harus menjadi prioritas adalah peningkatan pendekatan cacat.

Read More : Kebakaran Hutan Dekat Yerusalem, Israel Minta Bantuan Dunia

“Salah satu masalah sosial yang perlu diatasi adalah ketersediaan teman -teman penyandang cacat,” kata Jihan selama diskusi publik tentang hukum abu -abu -dalam -dalam -subjek “hukum, otoritas dan budaya sosial” di Bandarlampung, seperti yang dilaporkan Antara pada hari Sabtu (dilaporkan (dilaporkan ke Antara (dilaporkan (Antara “(Antara melaporkan (Antara melaporkan (Antara melaporkan (Antara melaporkan (melaporkan Antara pada hari Sabtu (Antara melaporkan (melaporkan Antara (lapor Antara “(Antara melaporkan pada hari Sabtu (Antara melaporkan (Antara melaporkan pada Sabtu 11.11.2012).

Menurutnya, meningkatkan ketersediaan penyandang disabilitas, harus ada kebijakan pemerintah yang sebenarnya dapat disentuh atau dirasakan.

“Kita perlu menghabiskan gangguan pada teman -teman ini berdasarkan keadilan sehingga aksesibilitas dapat didistribusikan secara merata untuk dimatikan,” katanya.

Jihan juga mengungkapkan bahwa masalah sosial lain yang harus menjadi prioritas, yaitu kesetaraan gender dan kekerasan untuk anak -anak. “Jika Gubernur Lampung dan Wakil Gubernur, Mirza-Jihan, akan dengan keras melindungi hak-hak perempuan. Maka seseorang akan mendorong dan mencari bupati dan kota-kota di kota anak (KLA) yang layak,” katanya.

Read More : Viral Tugu Biawak Wonosobo, Ini 5 Tugu yang Menelan Dana Fantastis

Sementara itu, salon sepakat untuk meningkatkan ketersediaan penyandang disabilitas penyandang disabilitas. “Dari tiga masalah sosial prioritas, prioritas MBA Jihan, mereka paling terkait dengan Lampunga, yaitu masalah cacat, saya setuju dengan itu,” katanya.

Namun, ia melanjutkan, hal terpenting lainnya yang kemudian menjadi prioritas pemimpin, yaitu masalah kemiskinan dan pengangguran. “Faktanya, prioritas harus diperhitungkan. Penanganan dasar harus diberikan pada masalah kemiskinan, bagaimana menguranginya, dan kemudian pengangguran, kaum muda harus belajar, dll.,” Katanya. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *