JAKARTA, BERITASATU.COM – Pemerintah menargetkan investasi baru 7.500 triliun RP pada tahun 2026. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas tinggi dan tinggi.
Read More : Dua Srikandi Masuk ke Jajaran Petinggi Danantara, Siapa Mereka?
Menteri Keuangan, Seri Maliani Indravati, menekankan bahwa investasi adalah salah satu inisiasi utama pertumbuhan ekonomi, kecuali untuk konsumsi dan ekspor rumah tangga. Tanpa pertumbuhan investasi yang signifikan, tujuan pertumbuhan ekonomi tidak akan tercapai.
Tahap ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan pertumbuhan dalam rancangan anggaran pemerintah (RABBN) 2026.
“Indonesia membutuhkan investasi baru pada tahun 2026 pada tahun 2026 untuk mencapai tujuan tinggi dengan investasi minimum 7.500 triliun rp,” kata Maliani.
Pemerintah juga mengoptimalkan peran dana kekayaan dalam menarik investor, baik di luar negeri maupun di luar negeri. Investasi ini akan fokus pada sektor strategis dan nilai yang lebih besar untuk menciptakan lapangan kerja, memperkuat persaingan industri dan mempercepat transformasi ekonomi nasional.
Menurut Maliani, bagian investasi dalam PDB (PDB) telah mencapai sekitar 30 %. Oleh karena itu, akan sulit untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi jika Anda tidak menyertai investasi baru dalam jumlah besar.
Read More : Perkuat Pasar Modal Syariah Indonesia, BEI Kembali Gelar Sharia Investment Week 2024
Dia juga mengatakan bahwa pemerintah juga mendorong kerja sama yang erat antara pemerintah, boom, INA dan sektor swasta untuk mempercepat proyek prioritas. Iklim investasi akan terus berlanjut dengan peraturan yang menguntungkan, stabilitas ekonomi makro dan penguatan infrastruktur terkait.
Dengan menggunakan strategi ini, pemerintah berharap untuk menciptakan perkalian yang meluas untuk ekonomi nasional, serta menanggapi tantangan global yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian.