Lombok Tengah, Beritasatu.com – Berbagai cara dilakukan jemaah haji agar kopernya tidak disangka milik jemaah lainnya. Misalnya menambahkan atribut unik dan warna khusus agar mudah dikenali.
Read More : Polemik Kenaikan UKT, Prabowo: Sudah Dibiayai APBN Seharusnya Gratis
Nusa Tenggara Barat, calon jemaah haji asal Wilayah Kabupaten Lombok Tengah, melakukan hal tersebut. Mereka menggunakan boneka, botol, kain tenun, pita, lonceng, kerotok (kalung sapi) bahkan sandal anak-anak sebagai penanda dada mereka.
Label khusus ini tidak hanya membuat koper lebih mudah dikenali, tetapi juga berfungsi sebagai ekspresi pribadi pemiliknya.
“(Tag khusus) ini berguna karena bisa cepat ditemukan setelah mengambil koper,” kata Kepala Bagian Haji dan Umrah Kementerian Agama Lombok Tengah (Kemendag) Lalu Samsul Hadi, Minggu (Desember). 5 Agustus 2024).
Selain mendapat tanda khusus, calon jemaah juga harus mematuhi aturan maksimal berat koper, kata Lalu.
Read More : Pratikno Dorong Badan Produk Halal Susun Program Sinergi Lintas Kementerian dan Lembaga
“Berat koper jemaah haji dibatasi maksimal 32 kilogram,” kata Lalu.
Selain itu, untuk memudahkan proses identifikasi, kartu identitas juga ditempelkan pada setiap koper calon jemaah haji.