Jakarta, Bertasatu.com – Pemerintah Indonesia mendesak Malaysia untuk secara hati -hati berinvestasi pada fakta bahwa otoritas maritim Malaysia juga merupakan staf migran Indonesia (PMI). Insiden itu menyebabkan satu orang mati dan empat lainnya terluka.

Read More : Gempa M 4,2 Guncang Pangandaran

Koordinasi Menteri Pemberdayaan Menteri Komunitas Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Impin berharap bahwa Indonesia dan Malaysia akan dapat duduk bersama dan mengatasi masalah karyawan hukum dan ilegal.

“Ketika datang ke kasus ini, kami berharap insiden itu diselidiki. TMII, Jakarta, Rabu (2012-01-29).

“Duduk bersama untuk menyelesaikan PMI, baik hukum maupun ilegal,” kata Cak Imin selama UMKM mengunjungi Taman Mini Indonesia Indonesia (TMII), Jakarta, Rabu (2012-02-02).

CAK IMIN menekankan bahwa insiden itu menjadi pelajaran penting bagi kedua belah pihak untuk melegalkan model hubungan kerja. Dia ingin memastikan bahwa presentasi PMI di Malaysia memiliki legitimasi yang jelas untuk menghindari peristiwa serupa di masa depan.

“Setelah acara ini, pemerintah Indonesia dan pemerintah Malaysia harus meningkatkan kerja sama dalam melegalkan model hubungan kerja dan memecahkan masalah kerja ilegal,” katanya kepada penembakan lima warga negara Indonesia di Malaysia.

CAK IMIN juga baru -baru ini menekankan korban Presiden Prabow, yang harus dilengkapi dengan koordinasi kementerian yang relevan untuk menyelesaikan masalah PMI.

Read More : Diduga Konsleting Listrik, Grand Livina Terbakar di Tol Gedong Panjang

Untuk mengikuti kasus ini, Caka Imin berencana untuk bertanya kepada Menteri Perlindungan Migran, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia dan Kementerian Luar Negeri, sehingga PMI PMI – baik secara hukum maupun ilegal – dapat segera duduk.

“Yang legal harus diperkuat dalam kualitas hidup, dan ilegal harus mendapatkan solusi terbaik,” katanya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menyelidiki kasus penembakan ini dan pelaksanaan hak -hak para korban dan keluarga mereka.

“Harus ada korban dan keluarganya. Kami akan meminta semua pihak yang bersangkutan untuk memastikan bahwa hak -hak mereka selesai,” menyimpulkan api lima warga negara Indonesia di Malaysia.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *