Central Lombok, Beritasatu.com – Sebagai bentuk rasa terima kasih dan simbol penghormatan biasa, bupati Lombok Tengah, kemudian Patul Bahri menyerahkan kepada Keris Kehormatan, seorang kiper Indonesia di Emil.
Read More : Korea Open 2024: Rehan/Lisa Lolos ke 16 Besar, Chico dan Ester Terhenti
Ketentuan Keris untuk Emil Audero bukan hanya upacara biasa, tetapi juga simbol sasak budaya yang penuh makna. Dalam pengiriman Sasak, Keris melambangkan kehormatan, keberanian dan kebijaksanaan dan biasanya hanya diberikan pada data yang dianggap layak atau bangga dengan daerah tersebut.
“Memberikan Keris ini sebagai bentuk terima kasih atas komitmen dan prestasi Emil Audero, serta simbol yang kami anggap sebagai anak regional yang bangga,” Regent Patula mengatakan kepada upacara pengiriman dan menyapa dengan tepuk tangan meriah.
Emil Audero menerima keris dengan hormat dan terima kasih. Dia tampaknya menyentuh dan menyampaikan kebanggaannya bahwa dia bisa kembali ke negara leluhur dan sangat menyambut masyarakat.
Read More : Fluminense Lengkapi Kuartet Brasil pada 16 Besar Piala Dunia Antarklub
Momen ini adalah simbol kedekatan emosional dengan Emil Audero dengan Lombok, serta peningkatan harapan masyarakat, untuk tetap mewakili inspirasi bagi generasi muda di daerah.