Ponorogo, Beritasatu.com – Jika setiap Ramadhan biasanya diburu untuk pecah untuk cepat atau takjil, tetapi tanggal di Ponorogo sebenarnya diburu oleh pasangan yang sudah menikah (pasangan). Pasangan Ponorogo telah berburu kencan muda selama beberapa tahun terakhir.

Read More : KKB Bakar Kios dan Sekolah di Paniai Papua

Ini terlihat di desa Pomahan, wilayah Pulung, sensitivitas Ponorogo, Eko Widodo (38), seorang penduduk desa Jawa Timur.

Di taman Wahyu, sejarah benar -benar pohon palem yang lebih tua dari 20 tahun. Faktanya, buahnya tidak berat, kurma subur tidak matang, alias masih muda. Namun, banyak anak muda yang tenang pulang untuk mendapatkan kencan.

Penduduk yang pergi ke rumah Wahyu adalah pasangan yang telah lama menikah tetapi tidak diberkati dengan anak -anak anjing. Mereka percaya bahwa kencan muda yang membawa pohon -pohon di taman Banten Hamlet memiliki properti untuk menyuburkan rahim.

“Sejak 2016, saya berbagi dengan pasangan yang berjuang untuk garis dua garis sejak 2016, ia mengatakan tanggal muda untuk pupuk untuk program hamil.” Katanya.

Wahyu mengumumkan bahwa tanggal -tanggal di taman itu secara tidak sengaja tumbuh. Pada 1990 -an, ketika ibunya kembali ke rumah untuk bekerja sebagai pekerja imigran di Arab Saudi.

Biji buah palem secara tidak sengaja dilemparkan ke depan rumahnya. Saya tidak tahu, sepertinya tumbuh sejauh ini. Tanggal hanya produktif pada tahun 2012.

Segera setelah dia tahu bahwa tanggal dapat menyuburkan, sejak 2016, dia telah memaksakan di media sosial dan pasangan yang mengalami kesulitan dalam menerima offppring.

Read More : Tak Kuat Menanjak, Truk Tabrak 5 Motor dan Nyaris Lindas 2 Bocah

“Ada lebih atau kurang 3.000 pasangan yang datang ke sini untuk mendapatkan kencan muda yang telah saya bagikan sejauh ini.” Katanya.

Dia tidak menunggu, dipahami bahwa maksud pasangan untuk membantu mereka membeli keturunannya sangat sukses. Penduduk harus membuat nomor ekor untuk mencegah mereka bertarung dan membeli semua bagian.

Wahyu, “Hari ini, Klaten, Surabaya dan Malang sebelum jarak Tulungung. Satu -satunya hal yang saya bagikan dengan biaya, tapi ya, saya hanya dapat berbagi setidaknya lima hingga tujuh sejarah muda.” Katanya.

Titin Eka Sari, salah satu penghuni, datang ke rumah Wahyu dengan sengaja, karena mendengar berita bahwa tanggal muda akan menjadi distribusi. Kemudian, ia bergabung dengan tanggal muda yang dianggap meningkatkan kesuburan terhadap pasangan yang menginginkan anak anjing.

“Untuk kesuburan, karena saya hamil, belum hamil, belum hamil, skema itu akan digabungkan atau dikonsumsi langsung dengan air.” Katanya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *