Mataram, Beritasatu.com – Badan Manajemen Bencana Regional Chima (BPBD), Nusa Tengara Barat (NTB), mengatakan bahwa dampak bencana alam dibanjiri di dua desa karena lingkungan yang serius.

Read More : Mobil China di ASEAN Menguat karena Tarif Trump, Pemain Lama Tertekan

“376 rumah, sekolah, dan banjir di desa desa Najember,” kata kepala wilayah BPBD Bima Esira pada hari Senin, “376 rumah, sekolah dan banjir di desa Anjember,” kata kepala BPBD Bima Esira Regional, BPBD Bima Esira Regional, pada hari Senin.

Pada hari Minggu (15/15/2024), hujan lebat menerima hujan lebat, menghasilkan air sungai yang mengalir dari arah distrik Gunung Dangago, dengan meluap, menyebabkan pembuangan air drainase di Reda Hamlet. Dia mengatakan bahwa balok mengarah ke daerah perumahan dan jalan raya di desa banjir Rada.

Sedangkan di Bima, desa Nazimbar, sungai Jala Hamlet, meluap, lahan pertanian dan daerah perumahan menyebabkan banjir. Akibatnya, 272 unit perumahan dibanjiri, dua unit pembangunan sekolah dan lahan pertanian. “Kondisi saat ini menguntungkan. Air rendah dan tidak ada yang akan terlantar,” katanya.

Read More : Liga Champions: Gol Thiaw, Morata, dan Reijnders Bawa AC Milan Menang di Markas Real Madrid

Saat ini, area NTB, termasuk balok, telah memasuki puncak musim hujan, yang menyebabkan banjir. “Orang -orang harus menyadari kapasitas hujan dan angin kencang,” katanya. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *