JAKARTA, BERISATU.COM – Indonesia Haji Planning Agency (BP Haji) telah menekankan komitmennya untuk memperkuat peran dalam implementasi Haji dan Umra secara nasional dan internasional.
Read More : KPK Sebut Kualitas Shelter Tsunami di NTB Berkurang karena Dikorupsi
Komitmen ini adalah ketika BP Haji Mochamad Irfan adalah seorang pembicara di Yusuf Umra dan pada tanggal 2 April 2025.
Selama penampilannya, Mochamad Irfan Yusuf disebut Gus Irfan, fokus strategis BP HAJ, berdasarkan tiga kolom utama. Pertama, keberhasilan religius, yaitu untuk memastikan bahwa setiap pelancong dapat memiliki pengalaman spiritual yang damai, hebat dan aman.
Kedua, keberhasilan ekosistem ekonomi, yang merupakan penggunaan Haji dan Umra untuk mendukung UMKM halal, layanan yang diperoleh teknologi, keuangan Islam dan transportasi, tidak hanya bermanfaat tetapi juga oleh anggota Arab Saudi.
Ketiga, penyembah Indonesia adalah orang Islam, keberhasilan peradaban dan peradaban yang mempersiapkan para penyembah Indonesia sebagai contoh seri, solidaritas, kemurnian, kesabaran dan kontrol.
Gus Irfan telah mengajukan proposal pemeran untuk memperkuat kerja sama bilateral antara Saudi-Indonesia dan Arab dalam pariwisata. Dia mendorong penggunaan penerbangan kosong dari Arab Saudi, yang mengirim peziarah selama ziarah
“Indonesia sering digambarkan sebagai surga. Dari Bali dan Lombak hingga Ake dan Yamyyakarta, kami memberikan kedamaian spiritual, kekayaan budaya, dan keindahan alam yang kami siap menyambut saudara -saudara kami dari Arab Saudi,” kata Gus Irfan.
Gus Irfan mendesak untuk mengkonsolidasikan sistem digital antara pemerintah Arab Saudi dan sistem UMRA Indonesia. Ini untuk meningkatkan kenyamanan dan transparansi layanan ziarah umrah, terutama untuk lebih dari 1,5 juta peziarah umrah dari Indonesia setiap tahun.
Read More : Menko Polkam: Indonesia Perkuat Kemitraan Strategis dengan Rusia
Dia menekankan pentingnya kerja sama strategis jangka panjang antara Indonesia dan Arab Saudi, terutama dalam menyediakan makanan halal, rempah -rempah dan layanan digital berdasarkan Syariah.
“Kami memiliki kesempatan untuk membangun poros ekonomi berdasarkan Haji dan Umrah di tengah -tengah tantangan ekonomi politik dan internasional geografis. Kemitraan ini bukan hanya masalah layanan, tetapi juga investasi panjang untuk masa depan dunia Islam,” katanya.
Adegan ini telah diluncurkan dengan beberapa peran raja yang penting termasuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman bin Abdulas al-Saud, Pangeran Salman bin Sultan bin Abdulaziz al Saud, Gubernur Medina, dan Dr. Tawfig al-Rabia, Menteri Haj dan Umrah.
Berpartisipasi dalam BP Haj Indonesia menegaskan posisinya sebagai Kementerian menegakkan kekuasaan pengacara langsung dari Presiden Prabovo Subiano, yang merupakan satu -satunya kekuatan haji dan umrah. BP berjanji untuk mempromosikan kualitas haji, berdasarkan peradaban Islam yang efektif dan Nobel.