Jakarta, Beritasatu.com – Cabai atau capsicum merupakan sayuran yang kaya vitamin C serta mengandung kalium dan fitonutrien yang berguna mengurangi peradangan dan melindungi sel dari kerusakan. Namun ada pula yang mengatakan bahwa penderita diabetes lebih rentan terkena diabetes jika mengonsumsi makanan berbahan cabai atau paprika.
Read More : Tidak Ikut Geng Artis, Ria Ricis: Aku Tidak Suka
Selain memberikan variasi pada makanan, bubuk cabai juga dapat meningkatkan cita rasa makanan tanpa menambahkan garam.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahan aktif pada kari dan cabai memiliki manfaat bagi kesehatan, terutama bagi penderita diabetes.
Ada berbagai macam cabai dengan berbagai ukuran, warna, dan rasa, seperti cabai rawit, habanero, chipotle, jalapeรฑo, anaheim, dan ancho, yang banyak tersedia di supermarket.ย
Kemudian cabai giling dapat menghasilkan bubuk cabai, cabai rawit, dan paprika. Bahan aktif dalam cabai, capsaicin, diketahui dapat mengatur kadar glukosa darah. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi cabai rawit memiliki kadar glukosa darah yang lebih rendah.
Selain itu, kadar insulin yang lebih rendah tercatat pada kelompok yang mengonsumsi cabai rawit. Hal ini menunjukkan bahwa cabai dapat membuat sel menjadi lebih sensitif terhadap insulin sehingga lebih sedikit insulin yang dibutuhkan untuk memindahkan glukosa ke dalam sel.
Meningkatkan metabolisme
Read More : Nilai Tukar Rupiah Menguat Pagi Ini, Cek Berapa Nilainya Sekarang
Capsaicin, senyawa yang memberi rasa pedas pada cabai, dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam membakar lemak dan meningkatkan energi.ย
Beberapa peneliti percaya bahwa ini dapat membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan cara pembakaran lemak dan membuat metabolisme lebih efisien.
Mengontrol nafsu makan
Cabai dan bumbu lainnya bisa mempengaruhi nafsu makan. Penelitian menunjukkan bahwa capsaicin bekerja di hipotalamus, bagian otak yang mengatur perasaan lapar dan kenyang.