Serdang Bedagai, Beritasatu.com – Seorang bocah lelaki berusia 10 tahun asal Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, tewas tertabrak kereta api di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampa, Kabupaten Serdang Bedagai, jalur Medan-Tebingtingi. Trek menggunakan sepeda.
Read More : Kelebihan dan Kekurangan BUMN, Masihkah Jadi Andalan Ekonomi RI?
Diduga bocah tersebut tidak melihat atau mendengar suara saat kereta lewat. Warga sekitar pun panik setelah mengetahui kematian tragis korban.
Mendengar kabar kematian tragis putranya, orang tua korban menangis hingga pingsan di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi pada Sabtu (18/5/2024) kemarin sore sekitar pukul 15.30 WIB. Korban Raja Ramdhan Putra yang hendak pulang ke rumah setelah membeli mie kuah yang letaknya jauh dari lokasi kejadian, saat itu sudah meninggal dunia dari lokasi kejadian.
Ia tewas di tempat saat ditabrak kereta api jurusan Medan-Tewing Tinggi saat melintasi perempatan dengan sepedanya. Korban meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala, wajah, dan kaki.
Petugas kepolisian Serdang Bedgai tiba di lokasi kejadian setelah menerima kabar tersebut.
Setelah itu, mereka sampai di lokasi dan membawa jenazah korban ke RSUD Sultan Suleiman Serdang Bedgai untuk dilakukan visum.
Read More : SPBU Apung Pram-Doel Kalahkan Imajinasi Disneyland Rido di Kepulauan Seribu
Armansyah, warga sekitar lokasi kejadian, mengatakan almarhum meninggal dunia saat melintasi lintasan dengan sepeda yang baru dibelinya.
“Kereta Medan menuju Tebingtinggi. Korban dulunya tinggal di sini dan mengendarai sepeda. Kejadiannya kemarin sekitar pukul 15.30 WIB,” kata Armansyah, Minggu (19/5/2024).
Belum diketahui apa penyebab kecelakaan tersebut. Kasus kecelakaan tersebut kini tengah diselidiki Satlantas Polres Serdang Bedgai, Sumut.
Polisi melakukan visum di RS Sultan Sulaiman dan menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk dikremasi.