Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Perusahaan Rekonstruksi Indonesia (BNTT) Paul M. Ricko Amelza Daniel, terorisme Adhy Predi menyajikan Brunei Darussalam. Museum ini adalah sumber informasi untuk referensi, informasi dan peneliti untuk siswa dan peneliti yang terkait dengan terorisme di Indonesia.
Read More : Polemik Pengunduran Airlangga dari Golkar, PKB Pastikan Muktamar Tak Ada Intervensi
“Sementara itu, seperti yang saya jelaskan di Brunea, terorisme mengambil Museum Prada biasa untuk masyarakat,” kata Ricko, Jumat (3/2024).
Ricko Amelza Daniel menjelaskan, sebagian besar didedikasikan untuk siswa dan peneliti dalam akuisisi informasi dan referensi yang andal dalam manajemen terorisme di Indonesia.
Dia juga mengingat komitmennya untuk dua negara yang mengunjungi pekerjaan sebelumnya. Memperkuat kerja sama dengan titik kewajiban, yaitu. Kehadiran pemahaman atau memorandum memorandum.
Pemimpin delegasi Brunei memuji pidato BNTP dan memuji pertemuan itu, terutama menyiapkan pengalaman dan pengetahuan baru dalam hal kontrol terorisme dan program pemulihan rehabilitasi.
Sebelumnya, BNPT, BNTT’s Gortor Regency, Bogor Regency, Selasa (16.7.2024) di 14.
Read More : Kasus Suap Dinas PUPR, KPK Geledah Kantor Pemkab hingga DPRD OKU
Museum Museum Adhi BNTP membuka Menkopolhukam Hadi Tjahjanto dan Menteri Interior Tito Karnavan.
Di museum tamu, mereka dapat menyaksikan semua pihak dalam mengimplementasikan undang -undang tentang berbagai fasilitas, strategi data dan manajemen, serta kasus pidana di Indonesia. Pengunjung dapat belajar sejarah, bahaya, terorisme, dan cara operasional orang berdosa.
Museum Adhi Fridan dapat memberikan pengalaman pendidikan yang lebih efisien, menggabungkan konsep -konsep tradisional dan modern secara tradisional dan modern dan menyederhanakan memberikan informasi yang rumit dan terperinci melalui visualisasi dan simulasi.