Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan laporan terkini gempa tektonik kuat (M) 6,2 yang terjadi di perairan selatan Jawa Barat. Gempa ini disebabkan oleh deformasi batuan dalam.
Read More : Tunjangan Perumahan DPR 2024-2029 Bisa Capai Angka di Atas Rp 70 Juta per Bulan
Menurut Direktur Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, gempa tersebut disebabkan oleh deformasi batuan lempeng Indo-Australia yang terangkat dari bawah lempeng Eurasia selatan Jawa Barat, yang populer dengan sebutan gempa intralempeng. . . .
Pusat gempa dengan kedalaman 70 km terletak pada pertemuan 8,39 derajat Lintang Selatan dan 107,11 derajat Bujur Timur, atau tepatnya di laut pada jarak 156 kilometer sebelah Barat Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Hasil analisis menunjukkan bahwa gempa tersebut mempunyai kekuatan naik atau dampak mesin. Gempa tektonik dirasakan di Tangerang, Jakarta, Bandung, Malang dan Sleman, kata Daryono dalam sambutannya, Minggu (28/4/2021). 2024).
Daryono menambahkan, menurut model, gempa ini tidak mampu menimbulkan tsunami. Meski tercatat belum ada gempa susulan, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Read More : 12 Suporter Terluka setelah Ricuh Persija vs Persib di Bekasi, 1 Orang Masih Dirawat
Warga juga diimbau menghindari bangunan yang roboh atau rusak akibat gempa.
โPeriksa dan pastikan rumah yang Anda tempati tahan gempa, dan pastikan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang akan mempengaruhi kestabilan rumah sebelum kembali ke rumah,โ pungkas Daryono.