Jakarta, Beritasatu.com – Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir seiring melemahnya pasar kripto secara keseluruhan. Situasi ini terjadi dilatarbelakangi ekspektasi pasar terhadap data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan segera dipublikasikan.
Read More : IHSG Sepekan Anjlok 2,47 Persen ke Level 7.087
Berdasarkan data Coinmarketcap pada Rabu (12/11/2024) pukul 07:15 WIB, nilai pasar kripto global turun 0,30% menjadi $3,44 triliun dalam 24 jam terakhir.
Bitcoin yang merupakan mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar mencatatkan pelemahan 0,51% dan kini berada di level USD 96.768 per koin.
Tak hanya harga Bitcoin, harga Ethereum (ETH) juga mencatatkan penurunan sebesar 1,66% menjadi USD 3.636 per koin. Binance Coin (BNB) juga turun 1,78% dan nilainya sekarang menjadi 677 USD per koin.
Dikutip Coindesk, chief market officer YouHodler Ruslan Liyanka mengatakan penurunan pasar kripto dipengaruhi oleh ekspektasi data inflasi AS.
Read More : Bentley Batur Black Rose, Mobil Rp 31 M dengan dengan Interior Emas
“Pasar memperkirakan akan terjadi sedikit peningkatan inflasi,” kata Lianke. Ia menambahkan, jika indeks harga konsumen (CPI) menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan, maka koreksi di pasar keuangan, termasuk pasar kripto, bisa semakin parah.
Pada tanggal 5 Desember 2024, harga Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar 103,600 USD, namun tren bearish sejak saat itu terus menurunkan nilainya.