Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Eksekutif Trias Politika Strategic, Agung Baskoro, menekankan bahwa pentingnya memperkuat materi anti -korupsi di Akademi Militer Magelang (AKMIL). Dia percaya bahwa metode pelatihan sejauh ini bahkan lebih efektif pada pemahaman dalam -kedua tentang dampak korupsi.
Read More : 12 Siswa SD di Lampung Keracunan, Hasil Uji Laboratorium Jajanan Sekolah Tercemar Bakteri Basilus
Agung menawarkan pendekatan yang lebih nyata, seperti pengalaman langsung yang mensimulasikan untuk peserta retret.
“Misalnya, mereka menempatkan rompi oranye, mengunjungi narapidana korupsi, dan pertama -tama merasakan bagaimana hidup di penjara.
Menurutnya, metode pelatihan yang semata -mata didasarkan pada teori dan diskusi kelas tidak memiliki dampak psikologis yang kuat pada peserta edisi regional. Dibutuhkan pendekatan yang lebih interaktif dan mencerminkan psikomotor para peserta, sehingga mereka benar -benar memahami risiko korupsi.
Agung juga menekankan pentingnya memantau dan mengevaluasi kepala regional setelah retret ini. Dia mengatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan pihak -pihak terkait mengawasi implementasi anggaran dan layanan publik yang dilakukan oleh para pemimpin regional.
“Apakah dia sudah menggunakan anggaran dengan benar? Apakah birokrasi mereka memiliki mereka di daerah sebelum publik mencapai maksimum mungkin sesuai dengan arahan presiden?
Read More : Pembangunan Training Center PSSI di IKN Rampung dan Siap Digunakan Timnas Indonesia
Selain itu, Agung berharap bahwa kepala regional yang telah ditarik ke belakang dapat memindahkan konsep yang sama ke birokrat di bawah ini.
“Saya berharap bahwa kepala wilayah ini dapat memperbaiki bawahannya, sehingga instruksi presiden akan benar -benar mencapai semua birokrasi. Karena mereka akhirnya mewakili jantung layanan publik di tingkat dasar,” pungkasnya.