Yerusalem, Beritasatu.com – Juru bicara militer Israel pada Rabu (19/6/2024) mengatakan milisi Hamas tidak bisa dibasmi. Pernyataannya tersebut memicu semacam tanggapan kasar dari pemerintah Israel, yang dengan cepat menegaskan kembali bahwa kelompok milisi Palestina telah terbunuh.
Read More : Investasi IKN Belum Sentuh Target Rp 100 Triliun, Jokowi: Harus Tetap Optimis
Perang Gaza yang berlangsung lebih dari 18 bulan, yang dimulai ketika Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023, gagal mengusir warga Palestina dari Gaza.
“Mengatakan untuk melenyapkan Hamas adalah seperti melemparkan pasir ke mata orang-orang,” kata Laksamana Audi Daniel Hagari kepada stasiun televisi Channel 13 Israel.
“Hamas adalah sebuah ideologi, kita tidak bisa mengesampingkan sebuah ideologi.”
Komentarnya dengan cepat ditanggapi oleh kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang mengatakan bahwa serangan terhadap Gaza tidak akan berakhir sampai Hamas dikalahkan.
“Dewan Politik dan Keamanan, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Netanyahu, telah menetapkan penghancuran militer Hamas dan kemampuan rezim tersebut sebagai salah satu tujuan perang,” kata kantornya dalam sebuah pernyataan.
“IDF (tentara Israel) harus berkomitmen terhadap hal ini,” katanya.
Read More : Megawati Meledak dengan 33 Poin, Bawa Red Sparks Raih 6 Kemenangan Beruntun
Dalam pernyataan terpisah di saluran Telegramnya, IDF menyatakan bahwa doktrin Hagari menarik bagi Hamas dan pernyataannya jelas dan tegas. “Pernyataan apa pun di luar itu diambil di luar konteks,” kata IDF.
Serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang Gaza mengakibatkan 1.194 orang tewas di Israel, sebagian besar warga sipil.
Selain itu, milisi Hamas juga menyandera enam puluh orang. Dari jumlah tersebut, 116 orang masih berada di Gaza, dan IDF mengatakan 41 orang tewas.
Serangan balasan Israel bertujuan membunuh sedikitnya 37.396 orang di Gaza, sebagian besar adalah warga sipil.