Tangareng, Beritasatu.com – Populasi Nasional dan Organisasi Keluarga Berencana (BKKBN) Isiiana Bagos Oka telah mengundang penggunaan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) yang saat ini berkembang dengan sangat cepat.
Read More : Ini Profil Dosma Hazenbosch, Aktris yang Diisukan Jadi Pacar Baru Rizky Nazar
Menurutnya, AI harus digunakan sebagai alat, tetapi bukan sebagai pengganti pikiran dan logika manusia.
Pesan ini didistribusikan oleh Ishana setelah penampilan presenter tamu di acara Beritasatu Utama pada hari Senin (06/16/2025), yang disiarkan langsung dari studio Semesta Umivrive di Pick 2, Tanger.
“Jangan tinggalkan semuanya. Kita telah meninggalkan AI. Kita bisa menggunakan AI untuk membantu kita, tetapi detailnya, keadaan pikiran, harus datang dari orang -orang,” kata Ishaana.
Menurut Ishana, jika generasi muda sangat bergantung pada AI, khususnya kegiatan intelektual, penulisan, pemikiran kritis atau realisasi pekerjaan pendidikan.
Dia tidak pintar tentang munculnya plagiarisme di lembaga -lembaga pihak ketiga sebagai salah satu efek negatif dari penggunaan AI.
Isiana ingat mereka, hanya berfungsi sesuai dengan perintah AI, sehingga manusia masih perlu menyusun kerangka pemikiran.
Read More : Archipelago International Kelola Hotel Syariah Pertama di Indonesia
“Bagaimana kita bisa menggunakan AI sebagai alat, tetapi otak setiap orang tetap,” katanya.
Sub-Ministers Iciana telah mengakui bahwa teknologi seperti AI menawarkan banyak manfaat dan efisiensi. Namun, tanpa kesadaran dan kontrol pengguna, teknologi ini juga serius.
“Pengembangan teknologi seperti kedua sisi medali. Kemajuan dapat dibuat, tetapi akan memiliki dampak negatif jika tidak digunakan adil,” pungkasnya.
Kehadiran Wakil Menteri Ishana sebagai presenter Beritasatu Utama adalah bagian dari serangkaian acara di pelantikan studio TV Beritasatu (BTV) yang baru. Di studio, sejumlah tokoh publik telah bergabung dengan peran pembaca berita, yang merupakan cara kreatif untuk membawa dunia lebih dekat dengan otoritas publik dan negara bagian.