JAKARTA, BERITASATU.COM – mengatakan Kementerian Ekonomi (Ekonomi Kemenko) bahwa biaya logistik di Indonesia masih relatif tinggi, yaitu sekitar 14% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Read More : Enggartiasto Lukita: Pidato Jokowi di BNI Investor Daily Summit 2024 Jadi yang Terpanjang dan Paling Komprehensif

Menteri mengkoordinasikan ekonomi (menteri yang mengoordinasikan urusan ekonomi), kata Airlangga Hartoto, bahwa upaya khusus dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Asosiasi Logistik Indonesia dan Adanda (ALFI), diperlukan.

Airlangga, di antara ketidakpastian global, menjelaskan bahwa saldo komersial Indonesia terdaftar pada Mei 2025 surplus $ 4,3 juta. Surplus ini meningkat sebesar 2,60% basis bulanan (bulan bulan) dan memperluas tren positif selama 61 bulan berturut -turut.

Namun, Airlangga menekankan biaya aktif yang tinggi adalah tantangan yang signifikan yang harus segera diatasi untuk meningkatkan kinerja perdagangan nasional. Oleh karena itu pemerintah mempromosikan transformasi sektor logistik sebagai bagian dari strategi untuk memfasilitasi perdagangan.

“Dengan ekspor yang masih positif, kegiatan sekarang diambil untuk mempromosikan logistik kami sehingga biaya logistik saat ini mencapai 14,5%, dikurangi menjadi 12,5%dan terus turun menjadi 8%,” kata Airlangsang di kantor Kementerian Urusan Ekonomi, Rabu (2/7/2025).

Dia mengatakan, di seluruh dunia, bahwa peringkat Indonesia dalam Indeks Kinerja Logistik 2023 (LPI) memasuki 61 dari 139 negara. Untuk meningkatkan ini, ada kebutuhan untuk menilai percepatan penguncian di sektor logistik.

Selain itu, Airlangga telah menunjukkan bahwa pemerintah saat ini sedang mempersiapkan Proyek Peraturan Presiden (Perpres) untuk memperkuat logistik nasional. Peraturan ini bertujuan untuk mengurangi persentase biaya logistik pada PDB dan meningkatkan klasifikasi logistik Indonesia di seluruh dunia.

Read More : Kuartal I, Astra Financial Raih Laba Rp 2,1 Triliun

Desain Perpos terdiri dari tiga strategi utama, yaitu memperkuat infrastruktur konektivitas, layanan tulang belakang dan fasilitas dukungan logistik.

Airlanga menekankan pentingnya kerja sama antara aktor pemerintah dan bisnis untuk memperkuat daya saing produk nasional. Juga ingat bahwa stimulus untuk deregulasi harus secara optimal, menurut kepemimpinan presiden Prabowo untuk produk -produk dalam negeri untuk bersaing di pasar dunia.

“Logistik meningkatkan daya saing dan daya saing kami akan dapat menumbuhkan ekonomi. Ekonomi yang meningkat akan mempromosikan investasi, menciptakan investasi pekerjaan yang berkembang,” kata Airlangga.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *