Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) menyatakan masih mempertahankan suku bunga acuan di angka 6 persen. Sebab, BI akan tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupee.

Read More : AS Jadi Penyumbang Terbesar Surplus Neraca Perdagangan September 2024

“BI rate untuk sementara tetap ditahan karena krisis global yang mengharuskan kita fokus menjaga nilai tukar rupee tetap stabil. Penurunan BI rate terus kita pantau dengan pengendalian rate untuk mencapai target 2025-2026. tujuan dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo pada rapat tahunan Bank Indonesia di Grha Bhasvara Icchana, Kantor Pusat BI, Jumat. (29 November, 2024).

Saat ini BI rate 6,00%, suku bunga operasi injeksi satu hari 5,25%, dan suku bunga operasi manufaktur 6,75%. Nilai tukar rupiah mencapai Rp 15.856 per dolar AS pada Jumat (29/11/2024), berdasarkan data Jakarta Interbank Dollar Spot Rate (Jisdor).

Perry mengatakan kebijakan suku bunga acuan BI harusnya berubah berdasarkan kondisi perekonomian di dalam dan luar negeri. Terkait nilai tukar rupiah, BI akan fokus menjaga stabilitas mata uang Indonesia melalui partisipasi di pasar valas, yakni melalui transaksi spot, non-transferable real estate (DNDF), dan pembelian/penjualan pemerintah. Surat Berharga (SBN) di pasar sekunder.

“BI juga melakukan kegiatan kapitalisasi pasar untuk peramalan perkembangan, pengajuan devisa, dan perluasan pasar modal,” kata Perry.

Perry mengatakan bank sentral selalu menjaga cadangan devisa dalam jumlah yang cukup. Perdagangan valuta asing dilakukan sesuai dengan hukum internasional.  

Read More : Vega Darwanti Senang Bisa Bertemu Tukul Arwana Lagi

BI akan memperluas sarana penanaman modal asing untuk memperoleh devisa dari ekspor sumber daya alam yang akan diperluas untuk menarik eksportir. BI menempuh kebijakan relaksasi makroprudensial untuk mendukung pertumbuhan kredit pada tahun 2025.

Ia menjelaskan, “Kebijakan stimulus fiskal akan kami arahkan pada sektor-sektor yang paling penting bagi penciptaan lapangan kerja.”

Bahkan, BI tidak menutup kemungkinan ke depan akan menurunkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupee.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *