Yakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) percaya bahwa fluktuasi rupee saat ini dipertahankan di tengah agitasi ekonomi global. Ini berkat langkah -langkah BI strategis yang terus -menerus mempertahankan nilai tukar agar tetap sesuai dengan kepercayaan dan dukungan pasar dasar.
Read More : Undian Liga Europa: Man United Bertemu Klub Asuhan Mourinho pada Babak Pertama
“Kami akan selalu hadir di pasar untuk menjamin kepercayaan para peserta pasar,” kata kepala Kementerian Manajemen Sekuritas dan Erwin Junuan Hotabia di media di Markas BI, Yakarta, Rabu (7/5/2025).
Berdasarkan data Bloomberg di pasar pertukaran langsung, Rupee jatuh pada hari Rabu (7/5/2025) 87 poin atau 0,53 % ke tingkat 16.536.
Irwin mengatakan bahwa BI telah memperkuat strategi pemasangan nilai tukar rupia melalui intervensi di pasar mata uang (mata uang) dalam transaksi langsung, penyerang non -lokal (DNDF) dan nilai -nilai pemerintah (SBN) di pasar sekunder.
BI menjamin bahwa mekanisme pasar bekerja tanpa masalah untuk semua pihak yang berkepentingan. Jika ada tekanan pada rupee, BI akan campur tangan sehingga nilai tukar tetap sesuai dengan konsep dasar.
Read More : Dimulai Lawan Arab Saudi dan Australia, Ini Jadwal Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026
Dia menekankan bahwa stabilitas rupee terkait erat dengan kepastian ekonomi. Nilai tukar rupee yang tidak stabil menyulitkan perusahaan untuk merencanakan bisnis, terutama yang terkait dengan kontrak jangka panjang.
Pergerakan nilai tukar rupee memiliki dampak langsung pada kinerja komersial dan sektor keuangan. Oleh karena itu, BI terus mengevaluasi konsep dasar yang benar untuk mempertahankan nilai tukar rupeh yang stabil.