JAKARTA, BERITASATU.COM – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa nilai tukar Rupiah pada dolar AS tetap stabil dan berpotensi diperkuat.
Read More : Menu Makan dan Anggaran Makan Bergizi Gratis Berbeda di Tiap Daerah
“Kami menghargai ruang bahwa nilai tukar tetap stabil. Kami akan terus mempertahankan stabilitas ini. Pada prinsipnya, ada kemungkinan untuk rupiah yang stabil, meskipun mereka cenderung menguat,” kata Perry, yang dikatakan sampai Sabtu (1/20 // 25/ “2025).
Perry menambahkan bahwa stabilitas kursus perubahan Rupiah dipertahankan meskipun ada tantangan global. Langkah -langkah intervensi di pasar valuta asing, baik melalui transaksi tempat maupun melalui otoritas pengiriman domestik, serta dengan membeli sekuritas nasional (SBN) dari pasar sekunder adalah strategi penting.
Berbagai faktor yang mendukung stabilitas rupiah termasuk inflasi terkontrol dan pertumbuhan ekonomi positif.
“Selain itu, arus masuk untuk dana asing naik pada kuartal keempat 2024 dengan sungai di SBN 1,6 triliun dan Bank Indonesia Rupiah (SRBI) Securities (SRBI) RP miliar RP.
Dari sudut pandang mendasar, kebijakan pembiayaan ekspor dari sumber alami (DHE SDA) akan meningkatkan kisaran dolar AS. Namun, Perry mengingatkan akan pentingnya mengamati dinamika global yang berkembang.
Read More : Zulhas Minta Seluruh Kader PAN Wujudkan Cita-cita Swasembada Pangan
Pada Januari 2025, Indeks Dolar AS telah mencapai level 109 dalam dua hari terakhir sebelum turun menjadi 108. BI terus memantau kebijakan pemerintah dan suku bunga AS (Dana Dana Federal Zins Zinszin), yang memengaruhi gerakan indeks dolar AS.
“Kami berusaha mempertahankan stabilitas kursus perubahan rupiah,” kata Perry.