Jakarta, Beritatu.com – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa aliran modal asing di pasar keuangan domestik telah mencapai 11,96 triliun di pasar keuangan domestik.
Read More : Perayaan Malam Tahun Baru 2025, Dishub Jakarta Kerahkan 2.000 Lebih Personel
Direktur Eksekutif Grup Komunikasi BI, Raman Danny Rangoso, mengungkapkan bahwa nilai produksi asing di pasar saham adalah 13,01 triliun rp dan nilai -nilai bank Indonesia (SRBI) hingga RP2.24 triliun. Di sisi lain, ada aliran modal bersih asing ke pasar sekuritas negara (SBN) 3,28 triliun rp, dengan total modal asing mengalir menjadi 11,96 triliun rp.
Secara kumulatif, dari awal tahun hingga 16 April 2025, pasar saham bersih mencatat 36,86 triliun rp dan 7,94 triliun rp. Sementara itu di pasar SBN, ada arus murni. 9,63 triliun.
Sementara itu, premi risiko investasi di Indonesia, diukur dengan pertukaran kredit tenor 5 -tahun (CDS), telah turun dari 111,73 menjadi 11-1106,39 pada 16 April 2025.
Dalam kasus nilai tukar, rupee dibuka pada hari Kamis (17/04/2025) dengan 16810 rpm setiap hari dalam dolar AS, sedikit lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya dengan 16,820 rpm dalam dolar AS (16/16/2025).
Untuk Indeks Dolar AS (DXY), itu terdaftar dalam penutupan perdagangan hari Rabu di 99,38, menunjukkan melemahnya dolar dari enam koin dunia besar, seperti Euro, Yen dan Pounds.
Read More : Layanan Penerbangan di Bandara Iran Dihentikan di Tengah Spekulasi Balasan Israel
Selain itu, efisiensi komitmen pemerintah pemerintah Indonesia (SBN) tetap 6,93 %, sedangkan kinerja Departemen Keuangan AS 10 tahun pada akhir perdagangan berkurang menjadi 4,277 % pada hari yang sama.
Ketika orang asing mencatat modal dari NET, bank Indonesia menekankan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan lembaga terkait lainnya, serta mengoptimalkan kebijakan terpadu untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan perlawanan asing Indonesia.