JAKARTA, Beridasat.com – Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI) Rifki Ismal mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan para ulama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.
Read More : Harga BBM Nonsubsidi Turun per 1 Oktober 2024, Intip Besarannya di Kota-kota Besar Indonesia
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, literasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia masih rendah. Berdasarkan survei BI tahun 2021, tingkat literasi ekonomi syariah hanya 28%.
โUlama didengarkan masyarakat dan masyarakat Indonesia sangat taat kepada ulama. Kata Rifki Ismail usai seminar keuangan dan ekonomi syariah yang digelar di Jakarta, Kamis (26/9/2024), โSaat ulama memberikan penjelasan tentang Ekonomi syariah diyakini dapat meningkatkan literasi masyarakat.
Fifki mengatakan, hasil survei BI terhadap perekonomian dan pencatatan keuangan syariah sangat mengkhawatirkan. Padahal potensi ekonomi dan keuangan syariah untuk menunjang perekonomian Indonesia sangat besar.
Read More : Mengekor Mata Uang Asia, Rupiah Terkoreksi pada Awal Sesi Selasa 3 September 2024
โHasil survei, angka literasi atau melek ekonomi dan keuangan syariah sebesar 28%. Artinya, dari 100 orang, hanya 28 orang yang memahami ekonomi dan keuangan syariah,โ kata Rifqi.