Jakarta, Beritu.com – Presiden Prabowo Subento akan membuat salah satu program yang lebih tinggi, yaitu massa gizi gratis (MBG) pada awal 2025 atau tepat pada 2 Januari 2025.
Read More : Hashim: SDA Indonesia Melimpah tetapi Rakyatnya Kurang Pendidikan, Gizi, dan Papan
Program ini akan menargetkan anak -anak sekolah, dari pendidikan awal masa kanak -kanak (PAUD), di sekolah dasar (SD), di sekolah menengah (SMP), hingga sekolah menengah (SMA).
Waktu untuk memberikan MBG ini akan disesuaikan dengan program pembelajaran pembelajaran ke setiap tingkat sekolah. Sementara itu, total anggaran yang dikeluarkan dalam program ini, yaitu RP.
Diketahui bahwa MBG akan menawarkan siswa suatu hari dengan sistem distribusi, yaitu Paud di sekolah dasar kelas dua akan didistribusikan pada pukul 08.00 WIB, sekolah dasar kelas tiga akan didistribusikan pada 09.30 WIB dan sekolah menengah atas akan didistribusikan pada 12.00 WIB.
“Konsesi MBG akan disesuaikan dengan program pengajaran dan pembelajaran di semua tingkat pendidikan, sehingga semua anak mendapatkan asupan gizi ketika mereka pergi ke sekolah. Kami berharap bahwa kehadiran program MBG tidak hanya akan menawarkan makanan yang bergizi, tetapi juga antusiasme”, laporan resmi kantor presiden (3/2014).
Sementara itu, kepala Badan Nutrisi Nasional, Dadan Hindayana, telah mengungkapkan bahwa MBG akan menargetkan anak -anak sekolah dari Paud ke sekolah menengah, baik di sekolah -sekolah umum maupun swasta, termasuk Pesantren dan sekolah -sekolah agama lainnya.
“Makanan bergizi kami ditujukan untuk tujuan anak -anak anak -anak di sekolah menengah,” kata Dadan, ketika ia menyelenggarakan pertemuan kerja dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat di Gedung Parlemen, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10/2024).
Read More : Wantimpres Bakal Jadi DPA, Jokowi: Itu Inisiatif DPR
Alasan mengapa anak -anak dasar untuk sekolah menengah juga menerima program gizi gratis. Karena titik kritis kedua untuk perkembangan anak adalah 8-17 tahun. Menurutnya, titik kritis kedua terkadang tidak memiliki komunitas.
“Oleh karena itu, banyak yang hilang untuk melihat titik kritis kedua, yaitu, ketika pertumbuhan anak -anak yang harus melakukan intervensi dengan nutrisi yang baik. Oleh karena itu, jangkauan kita adalah sekolah menengah. Mengapa? Karena titik kritis kedua, yang memiliki usia dari 8 tahun hingga 17.