Sleman, Beritasatu.com – Bersama beberapa anggota keluarganya, Sunhaji, seorang penjual es teh yang terjangkit penyakit ini mengunjungi Madrasah Ibtidaiyah Ora Aji di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Sesampainya di sana, Gus Miftah menyambutnya dengan gembira dan mereka berdua berpelukan.

Read More : Perusahaan Kripto Akan IPO Jumbo hingga Triliunan pada 2025

Gus Miftah juga berencana membawa Sunhaji dan keluarganya menunaikan ibadah umrah.

Gus Miftah mengatakan kepada Beritasatu.com pada hari Rabu: “Saya menghubungi Sekretaris Kabinet. Saya menyadari bahwa saya salah dan saya meminta maaf. Mohon izinkan Sunhaji berangkat umrah bersama istri dan kedua anaknya.”

Dalam perundingan ini, Sunhaji ditunjuk sebagai delegasi kehormatan Banser. Sunhaji mengaku selalu bersinggungan dengan Banser saat berjualan es krim di berbagai acara.

Video yang menarik perhatian publik tersebut kemungkinan besar tidak akan dibagikan oleh San Haji. Ia baru tahu jika tetangga dan keluarga memberitahunya.

Sunhaji yang sudah kurang lebih setahun berjualan es krim ini mengatakan, penghasilan dari penjualannya digunakan untuk menghidupi keluarganya. Bahkan, jika dagangannya tidak laku, ia tak berani pulang karena tak tega melihat keluarganya menunggu.

Read More : Terima SPDP Kasus Vina, Kejati Jabar Siapkan 6 Jaksa Penuntut Umum

“Saya selalu berjualan kalau ada acara, hampir setahun penuh,” ujar Sunhaji, salah satu penjual es krim yang turut serta dalam sambutan Gus Miftah.

Sebelumnya, seorang penjual es asal Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sedih setelah mendengar kata-kata tidak pantas dari Gus Miftah saat berjualan di acara mengajar di Magelang. Namun keduanya kini sudah saling memaafkan atas kejadian tersebut.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *