Kupang, Beritasatu.com – Senin (21/10/) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Kecamatan Flores Timur (Flotim), Kecamatan Adonara Barat, Desa Bugalima, aparat mengambil tindakan pengamanan ketat usai terjadi wabah penyakit antar desa di Pulau Adonara. bentrokan.
Read More : Israel Bunuh 7 Anak Palestina dalam 1 Keluarga di Gaza
Aparat TNI-Polri terus berpatroli di lokasi kejadian untuk membubarkan massa dan menerapkan blokade di perbatasan desa. Selain itu, komunikasi antar tokoh masyarakat yang turut serta Sekretaris Daerah (Secda) Kabupaten Flotim, Kepala Operasional Danramil terus mencari solusi untuk mengakhiri konflik.
Saat ini, banyak warga, terutama perempuan, orang tua dan anak-anak, telah direlokasi ke banyak desa tetangga untuk menunggu pertempuran lebih lanjut.
Peristiwa tragis ini berujung pada sengketa tanah ulayat antara Desa Bugalima dan Desa Ila Pati.
Bentrokan terjadi sekitar pukul 04.30 Wita saat warga Desa Bugalima masih tertidur. Ratusan warga Desa Ile Pati dilanda kepanikan setelah mereka tiba-tiba diserang oleh sekelompok militan yang diduga menggunakan senapan angin dan bom rakitan.
Dalam tabrakan ini, satu orang tewas dan 49 rumah warga Desa Bugalima terbakar.
Read More : Bus Pariwisata Terguling di Imogiri Bantul, 9 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
โSelain korban tewas, 6 orang mengalami luka-luka akibat penyerangan ini. Korban luka saat ini dirawat di RSUD Larantuka. Sedangkan korban meninggal dunia dimakamkan di rumah kerabatnya, kata Kepala Desa Bugalima Ricardus Baka Tukan, Selasa. (22 Oktober 2024).
Warga yang khawatir dievakuasi ke desa terdekat, Wureh. Hingga saat ini situasi di Desa Bugalima masih mencekam. Sekolah-sekolah diliburkan dan aktivitas sehari-hari lumpuh total.
Sengketa tanah adat antara masyarakat Desa Bugalima dengan masyarakat Desa Ilapati telah berlangsung sejak tahun 1990an.