Jakarta, Beritasatu.com – Selama 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur seperti bendungan menjadi sangat penting karena sangat dibutuhkan masyarakat. Ini bukan hanya sumber air. Beroperasinya bendungan juga bisa meredam banjir, misalnya saja terjadi banjir di Tasikmalaya.

Read More : Laba Emiten Pengelola Superblok Dekat IKN Naik 352,4%

Bendungan Leeuviker diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Kamis (29/8/2024).

Air adalah sumber kehidupan dan simbol keseimbangan dan harmoni. Pengelolaan air harus dikelola dengan baik karena setiap tetesnya sangat berharga. Jika air tidak diatur dengan baik, bencana bisa terjadi.

Tanpa air tidak ada kehidupan dan makanan. Fungsi air sangatlah penting dalam kehidupan manusia. Kehadiran bendungan tentu saja sudah bisa diduga.

Bendungan Levikeris memiliki tinggi 84,9 meter. Biaya ini lebih besar dibandingkan biaya pembangunan banyak bendungan lainnya.

Oleh karena itu, tak heran jika luas dataran banjir bendungan ini mencapai 243 hektare dan tampungan 81 juta meter kubik (kubik meter).

Dalam pengembangan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), diperkenalkan inovasi berupa pengukuran penetrasi terowongan menggunakan pemindaian laser berbasis darat. Dengan inovasi ini, Anda mendapatkan informasi yang memudahkan dalam menghitung luas. Juga memberikan gambaran lokasi longsor yang lebih realistis.

Read More : Gaji Belum Dibayar Perusahaan, Puluhan Karyawan Koperasi di Sleman Geruduk Disnaker

Inovasi ini juga sukses di tingkat internasional. Makalah ilmiah tentang runtuhnya terowongan menggunakan pemindaian laser berbasis darat dalam pembangunan Bendungan Leuwikeris dipresentasikan pada Konferensi Internasional tentang Keamanan Bendungan dan Manajemen Rekayasa 2023 di Kuala Lumpur.

Dengan kapasitas airnya yang besar, Bendungan Leeuviker diharapkan dapat melayani berbagai keperluan. Baik itu penyediaan air baku, air irigasi, pengendalian banjir. dan pembangkit listrik Bendungan ini memberikan irigasi pada area seluas hingga 11.200 hektar, sehingga memberikan manfaat yang sangat besar bagi para petani.

Menurut Waskita Karya, BUMN Karya yang mengerjakan proyek tersebut, Bendungan Leuwikeris dapat mengalirkan air irigasi ke sawah-sawah di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Cilacap, salah satu fungsinya untuk mendukung ketahanan pangan di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Bendungan tersebut juga mampu meredam banjir 25 tahun dari Rp509,7 meter kubik (m3) per detik menjadi 450,2 m3 per detik atau 11,7%. (PLTA) juga

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *