Konaway, Beritasatu.com – Bendungan Ameroro yang dibangun Presiden Joko Widodo diharapkan mampu mengatasi krisis air, khususnya mengurangi banjir di Konaway. Bendungan yang terletak di Kabupaten Konawi, Sulawesi Tenggara ini berkapasitas 88 juta meter kubik.
Read More : Nikita Mirzani Curhat Ada Pihak yang Tak Terima Lolly Kembali Pulih
Presiden Joko Widodo menjelaskan, zona banjir seluas 398 hektare dapat mengurangi dan memitigasi intensitas banjir di wilayah sekitar Konaway.
Bendungan Amerolo berkapasitas 88 juta meter kubik. Bendungan ini sangat besar. Dengan luas 389 hektar, kolam tersebut mampu meredam banjir di kawasan Konaway, jelas Presiden Joko saat peresmian banjir sebelumnya . “
Bendungan Amerolo merupakan bendungan ke-40 yang selesai dibangun dan akan selesai pada akhir tahun 2023.
“Ini bendungan ke-40 yang kami bangun dan akan selesai pada akhir tahun 2023,” lanjut Joko Widodo.
Sementara itu, Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Gok Ari Joso Simamora berharap bendungan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sebagai konsultan BUMN, Indra Karya sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami berharap bendungan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Konawi, Sulawesi Tengah,” kata Gok Ali, Jumat (17/5/2024). .
Read More : Netizen Soroti Sherina Munaf Posting Foto Bunga Mekar setelah Gugat Cerai Baskara Mahendra
Dalam proyek ini Indra Karya ditunjuk sebagai konsultan konstruksi pembangunan Bendungan Amerolo di Kabupaten Konavi. Ruang lingkup pekerjaannya meliputi manajemen konstruksi (MK), pengendalian mutu dan mutu, kajian longsor dan perencanaan tanggap darurat (RTD).
Selain kapasitas dan luas tangki yang besar, Bendungan Ameroro menawarkan manfaat peningkatan layanan irigasi, seluas 3.363 hektar, meningkatkan intensitas tanam hingga 300%.
Selesai dibangun pada Desember 2020, bendungan ini mampu menyuplai kebutuhan air baku masyarakat Conaway County sebanyak 522 liter per detik dan meredam banjir hingga 443 meter kubik per detik.