Sukabumi, Beritasatu.com – Hujan terus menerus selama tiga hari menyebabkan tanah longsor, banjir dan pergerakan tanah serta pohon tumbang di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dua kematian dilaporkan akibat bencana tersebut.
Read More : BNPB: 10.586 Jiwa Terdampak Akibat Banjir Tebing Tinggi
Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena mengatakan, 20 kecamatan yang mencakup 27 desa terdampak. Bencana tersebut yakni banjir, tanah longsor dan pergerakan tanah serta pohon tumbang terjadi di berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena mengatakan, โDua hari terakhir Kabupaten Sukabumi diguyur hujan deras yang merata di wilayah tersebut. Akibatnya, 20 kecamatan dan 27 desa terdampak bencana tersebut. . ” Kepada awak media, Rabu (4/12/2024).
Kecamatan yang paling terdampak berada di wilayah Kecamatan Sagarten. Sedikitnya 177 KK mengungsi, 20 rumah terendam, delapan rumah dan delapan kendaraan roda empat hanyut terbawa banjir.
Sedangkan untuk bencana tanah longsor, wilayah yang terdampak paling parah adalah Kecamatan Gegerbeitung dan Simpanen. Dilaporkan satu orang terkubur di Gegerbeitung dan seorang anak tertimpa lemari pakaian akibat longsor di Simpanen.
โSaat ini pencarian masih berlangsung, kami terus bergerak membantu warga,โ ujarnya.
Bencana terkait pergerakan tanah juga terjadi di berbagai jalan nasional dan provinsi, dimana banyak ruas jalan yang tidak dapat dilalui atau terputus.
Read More : Hakim Tinjau Sengketa Lahan Warga vs PT BNN dan Pemkab Konut
Pertama jalan dari Provinsi Baros-Sagranten, kemudian jalur Geopark Siletuh yang terdampak. Jalan Simpanon-Lozi terputus total dan beberapa jembatan di berbagai wilayah juga terputus.
Geopark jalan Simpanan-Lozi berada di daerah tangkapan titik gempa. Satunya lagi Jembatan Sisanti Simpanan, ujarnya.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pendataan korban terdampak banjir, longsor, pergerakan tanah, dan pohon tumbang.