Probolinggo, Beritasatu.com – Hujan deras selama tiga hari menggenangi Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menyebabkan puluhan hektar tambak garam tak bisa dipanen.

Read More : Pantai Pancur Banyuwangi Jadi Lokasi Rukyatul Hilal 1 Ramadan 1446 Hijriah

Anggota kelompok tani Kalibuntu Sejahtera 1 memperkirakan kerugian yang dialami petani di Salt Lake sebesar Rp600 juta.

Suparino, ketua kelompok tani, mengungkapkan, sekitar 17 hektare tambak garam terendam banjir akibat hujan deras yang terus menerus.

โ€œHujan terus turun sehingga air danau tidak bisa dialirkan. Air laut juga tinggi,โ€ kata Suparyono, Selasa (12/10/2024).

Meski garam yang dihemat sedikit, Suparino menjelaskan kualitasnya sangat rendah dan hanya cocok untuk formulasi pakan ternak. Produksi garam harus terhenti hingga akhir musim hujan sekitar Maret tahun depan.

Read More : Barista Lhokseumawe Juara Aceh Barista Champ 2024

Suparono mengatakan kegagalan panen ini merupakan pukulan telak bagi dirinya dan sembilan petani lain di kelompoknya. Mereka sekarang harus menemukan cara untuk mendapatkan dana untuk melanjutkan produksi.

Suparino menambahkan, hasil panen dari tambak garam jauh lebih besar. Lahan seluas 12×50 meter persegi bisa menghasilkan garam hingga 11 ton dalam sekali panen. Namun tambak garam milik kelompok di Probolingo tidak bisa panen karena kondisi cuaca ekstrem.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *