Bekasi, Berasatu.com – Selasa (4 Desember, 4/3 4/3), dipengaruhi oleh 16.000 orang yang dipengaruhi oleh banjir kota Bekasi, -java Barat. Otoritas kota telah menyusun pos pengungsi, layanan kesehatan dan masakan publik di setiap area untuk membantu penduduk yang terkena dampak.
Read More : Juara Taipei Open, Ana/Tiwi Kian Termotivasi di Hong Kong Open
Wakil Walikota Abdul Harris Bobihoe mengatakan bahwa tim umum SAR masih berusaha mengevakuasi para korban banjir. Proses evakuasi berlangsung dengan hati -hati dengan mempertimbangkan aliran air yang cepat di beberapa titik.
“Sekitar 16.000 orang dipengaruhi. Kami berusaha untuk mengungsi. Saat ini ada sekitar 100 orang yang ditransfer,” kata Harris, meninjau banjir Pondok Gede Perma, Jatiasih, Baday.
Saya masih membantu perahu karet TN dan pin karena saya masih cukup sulit karena aliran airnya cukup sulit.
“Kami membutuhkan perahu karet dengan motor karena pemandu ini cukup berisiko,” kata Harris.
Pemerintah kota juga memastikan bahwa setiap area memiliki pos darurat yang membantu mengatasi para korban.
Read More : SEA V League: Indonesia Beri Perlawanan Vietnam
“Banjir dimanifestasikan di hampir semua wilayah perkotaan. Setiap negara -kantor minimum siap untuk pos untuk kamp pengungsi, layanan kesehatan dan masakan publik,” jelasnya.
Banjir di kota itu disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan air yang meluap dari sungai Sungai. Pelepasan air sungai di sepanjang sungai mencapai 875 sentimeter pada Selasa pagi, menyebabkan air meluap dan berkedip penduduk.