Jakarta, Beritasatu.com – Kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala yang jelas, namun dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Terlalu banyak kolesterol dalam darah dapat menyebabkan penyakit serius seperti jantung dan stroke.

Read More : Dunia Rans BTV, Cipung Kaget Dikelilingi Ratusan Burung

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apakah Anda memiliki kolesterol tinggi agar bisa cepat disembuhkan. Berikut tujuh cara mengetahui apakah Anda memiliki kolesterol tinggi, dilansir CDC, Selasa (14 Mei 2024).

1. Tes darah Setiap orang dewasa disarankan untuk memeriksa kadar kolesterolnya secara rutin. Tes darah dianjurkan untuk orang dewasa yang sehat setiap 4-6 tahun. Namun, mereka yang memiliki masalah kesehatan lain, seperti penyakit jantung atau diabetes, atau riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi, memerlukan tes darah secara teratur.

Tes ini membantu mengidentifikasi total lemak tubuh, LDL (kolesterol jahat), HDL (kolesterol baik), dan trigliserida sehingga tindakan pencegahan atau medis dapat segera dilakukan.

Kolesterol pada anak-anak dan remaja juga harus dipantau. Tes pertama sebaiknya dilakukan pada usia 9-11 tahun dan tes berikutnya pada usia 17-21 tahun. Anak-anak yang kelebihan berat badan atau menderita diabetes mungkin memerlukan tes darah rutin untuk memantau kesehatannya.

2. Periksa riwayat kesehatan keluarga Kolesterol tinggi merupakan penyakit yang sering diturunkan dalam keluarga. Jika ada anggota keluarga Anda yang memiliki kolesterol tinggi, maka Anda mempunyai risiko lebih tinggi terkena penyakit tersebut.

Itu sebabnya penting untuk mengetahui riwayat kesehatan keluarga Anda. Jika Anda memiliki kolesterol tinggi, Anda perlu waspada dengan pemeriksaan kolesterol secara rutin dan pola hidup sehat untuk mengurangi risikonya.

3. Ketahui indeks massa tubuh (BMI) adalah ukuran yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang memiliki berat badan yang sehat untuk usianya. Orang dengan BMI di atas 25 dianggap kelebihan berat badan atau obesitas, yang sering dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan tingginya kadar kolesterol tidak sehat.

Meskipun peningkatan BMI tidak selalu dikaitkan dengan peningkatan lemak tubuh, namun orang dengan BMI tinggi cenderung memiliki kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida serta menurunkan kolesterol baik (HDL). Mengontrol berat badan melalui pola makan sehat dan olahraga dapat membantu menurunkan kolesterol.

4. Perhatikan gejala fisik. Kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit tersebut hingga timbul masalah yang serius. Namun, kolesterol tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, yang dapat menimbulkan berbagai gejala fisik.

Read More : Nikita Mirzani Ngadu ke Prabowo: BAP Saya Dicuekin Jaksa

Gejala tersebut antara lain nyeri dada (angina) akibat berkurangnya aliran darah ke jantung, nyeri kaki saat berjalan (klaudikasio) akibat berkurangnya aliran darah ke otot kaki, dan benjolan lemak di bawah kulit (xanthomas). ). Penting untuk mengatasi gejala-gejala tersebut dan memeriksakan diri ke dokter jika terjadi untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.

5. Kendalikan tekanan darah Kolesterol tinggi seringkali dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Pemantauan tekanan darah secara teratur dapat memberi Anda peringatan dini tentang risiko terkena kolesterol tinggi dan membantu Anda mengambil tindakan pencegahan.

Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat merusak arteri dan mempercepat pembentukan plak kolesterol, sehingga penting untuk menjaga tekanan darah dalam kisaran yang tepat melalui pola makan, olahraga, dan, jika perlu, pengobatan.

6. Nyeri di beberapa bagian tubuh Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, sehingga menurunkan tekanan darah di berbagai bagian tubuh. Hal ini dapat menyebabkan nyeri pada leher, rahang, perut bagian atas, dan punggung.

Rasa sakit ini mungkin merupakan tanda bahwa plak kolesterol telah menyumbat arteri Anda. Jika Anda merasakan nyeri pada area tersebut, terutama jika nyeri terjadi saat beraktivitas fisik dan diakhiri dengan istirahat, segera konsultasikan ke dokter untuk dilakukan evaluasi.

7. Penyakit Lainnya Beberapa penyakit, seperti diabetes dan penyakit metabolik, seringkali dikaitkan dengan kolesterol tinggi. Misalnya, diabetes dapat memengaruhi cara tubuh mengelola lemak, seringkali menyebabkan peningkatan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida serta penurunan kolesterol baik (HDL).

Memantau dan mengendalikan faktor-faktor ini dapat membantu Anda mengelola dan mengendalikan kadar kolesterol Anda. Perawatan untuk kolesterol tinggi sering kali melibatkan perubahan gaya hidup, pengobatan, dan pemantauan kesehatan secara teratur.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *