Jakarta, Beritasatu.com – Pengamat politik Ujang Komarudin angkat bicara soal perbedaan hubungan Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua Dewan Kehormatan DPR (MKD) Adang Daradjatun terkait publikasi nama anggota DPR yang terlibat perjudian online. Uzhang menilai nama-nama anggota DPR yang terlibat perjudian online harus diungkapkan secara transparan.
Read More : Indofood Riset Nugraha Berikan Dana Riset Bagi 80 Mahasiswa S1 dan Gelar Simposium Pangan Nasional
“MKD MKD harusnya transparan dalam membeberkan nama-nama anggota yang terlibat, apalagi nama-nama tersebut sudah diambil MKD dari PPATK. Jadi tidak perlu ditutup-tutupi lagi,” kata Ujang saat dihubungi Beritasatu.com. , Rabu (3/7/2024).
Publikasi ini perlu dilakukan karena perjudian online sudah menjadi masalah mendesak di Indonesia. Tidak perlu inisial, nama harus diungkapkan agar ada efek jera, kata Ujang.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review juga mengatakan bahwa permasalahan perjudian online yang menjalar ke anggotanya telah menjadi permasalahan serius yang perlu diselesaikan. Untuk itu, transparansi diperlukan demi perlindungan bangsa atas dasar moral dan etika nasional.
“MKD harusnya transparan. Kalau tidak dibuka informasinya, hanya akan membusuk dan membeberkan tindak pidana dan kebohongan anggota DPR yang diduga terlibat perjudian online,” kata Uzhang.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan DPR (DPR) Adang Daradjatun mengungkapkan, dua anggota DPR dan 58 pegawai DPR diduga terlibat perjudian online. Namun Adang masih belum bisa membeberkan nama kedua anggota DPR tersebut ke publik.
“Kita harus bicara ke Sekretariat Jenderal, tidak bisa langsung diungkapkan,” kata Adang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2024).
Pernyataan Adang berbeda dengan pernyataan Ketua RHDP Puan Maharani. Sebelumnya, Puan mengatakan, sebaiknya nama anggota DPR yang terlibat perjudian online diumumkan.
Read More : Human Initiative Telah Bantu 11 Juta Warga Penerima Manfaat, Termasuk Warga Gaza
Kalau memang ada ya, sebut saja namanya. Jadi tidak ada pencemaran nama baik, kata Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2024).
Informasi yang diterima MKD merupakan informasi resmi yang diberikan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melalui surat yang dikirimkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta Ketua Pokja Pemberantasan Judi Online. (kerja online kelompok) telah dikirim. Hodi Tjahjanto.
Khabiburohman, anggota Partai Komunis Ukraina, menambahkan, peredaran uang dari kegiatan ilegal di Republik Kazakhstan mencapai 1 miliar 926 juta dolar.
Sebelumnya, Kepala PPATK Ivan Justiavandana dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Rabu (26/6/2024), mengungkap 1.000 anggota DPR dan DPRD seluruh Indonesia kedapatan berjudi online. Hasil penelusuran PPATK, total transaksi wakil rakyat mencapai Rp25 miliar dari 63.000 transaksi.
“Transaksi di antara mereka bervariasi, mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupee. Itu mengumpulkan seluruh simpanan. Jadi kalau dilihat omzetnya bisa mencapai ratusan miliar rupee,” kata Ivan.