Semarang, Beritasatu.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Nana Sudjana menyambut baik kedatangan Resimen Jateng yang berjuang pada PON Aceh-Sumut 2024 di Bandara Ahmed Yani, Kota Semarang, pada Sabtu (9). /21/2024). 

Read More : Banjir Bandang Tewaskan 60 Orang di Afganistan

Tim Jateng membawa pulang 71 emas, 74 perak, dan 115 perunggu dengan total 260 medali di ajang PoN ke-21. Pada nomor tersebut, Jawa Tengah berhasil menduduki posisi kelima.

“Kami mampu berganti tuan rumah (Aceh) menjelang penutupan H-1. Kami finis di peringkat kelima dengan perolehan medali 71 emas, 74 perak, dan 115 perunggu (total 260 medali),” Nana, Sabtu (21/9/2024).

Jateng mengucapkan selamat kepada para cabor veteran yang menduduki peringkat ke-5 klasemen akhir perolehan medali. Itu hanya sekedar penyambutan tim Jateng karena masih ada atlet, pelatih, dan ofisial di Aceh dan Sumut. Ia berencana segera mengajak seluruh atlet veteran di Jateng untuk memberikan penghargaan atas prestasinya.

Ditambahkannya, “Selamat dan terima kasih kepada para veteran, pejuang, dan pahlawan olahraga Jawa Tengah yang telah mengharumkan nama Jawa Tengah di PON XXI Aceh-Sumut.”

Pada tahun tersebut Pada gelaran PoN 2024, Nana mengaku terus mengikuti perjuangan Resimen Jateng dari awal hingga akhir. Bahkan dua hari sebelum pembukaan resmi, Nana Sujana sudah berada di Aceh untuk memberikan semangat dan semangat kepada para atlet. 

Perjuangan TNI Angkatan Darat Jawa Tengah untuk finis di posisi kelima klasemen akhir perolehan medali tak menemui banyak kendala. Pada awal ajang tersebut, Jawa Tengah menduduki peringkat 21 dari 38 provinsi. Medali emas Jawa Tengah baru hilang sehari setelah pembukaan. 

“Perjuangan ini tidak mudah, perlu bakat, profesionalisme, kesabaran dan kekuatan untuk membuahkan hasil yang baik. Sebelum H-1 ditutup baru kita ganti tuan rumah (Aceh),” ujarnya.

Read More : Pos Indonesia Kembali Salurkan Dana Bansos PKH dan Sembako di Mataram

Seluruh medali yang terkumpul diberikan kepada 260 nomor dari 60 cabang olahraga (cabor) yang diikuti atlet asal Jawa Tengah. Rinciannya, 34 cabang olahraga meraih medali emas, 12 cabang olahraga meraih perak, dan 14 cabang olahraga meraih perunggu. Dari prestasi tersebut, setidaknya ada enam cabang olahraga yang meraih juara umum, sedangkan tiga cabang olahraga tidak meraih satu medali pun.

“Hal ini menggembirakan karena dari banyaknya medali yang diraih, hampir separuhnya diraih oleh atlet peserta PON,” kata Nana.

Nana berharap pada ajang PON mendatang, Jateng bisa masuk tiga besar atau menjadi juara umum. Potensi itu ada jika melihat medali yang diraih PON Aceh-Sumut. 

Pemerintah Daerah Jawa Tengah memberikan dukungan yang kuat untuk memajukan atlet dan olahraga di negeri ini. Dukungan ini dimulai pada tahun ini dengan dukungan peralatan pada masing-masing klub atau cabang olahraga.

“Kita dukung penuh, meski hanya 21 cabang olahraga, tapi tahun 2025 akan ditambah. Tahun ini kita promosikan Specta sebagai pariwisata, mencari atlet potensial dan meningkatkan pengalaman bertanding,” ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *