JAKARTA, BERITASATU.COM – Manajemen investigasi kepolisian kejahatan (Dittiter) tertentu atas penyelidikan kriminal juga menyelidiki kejahatan yang diharapkan dari produksi nikel di daerah Ampty Paradise di Papua barat daya.

Read More : Ini Mekanisme dan Syarat PAW Anggota DPR

“Sementara itu, saya belum dapat menyatakan pernyataan ini. Kami masih menjadi subjek investigasi,” – kata direktur penyelidikan penyelidikan kriminal brigade brigade brigade nunung seyfudin kepada jurnalis dalam menyelidiki penyelidikan polisi pada hari Rabu (11 6. 2015). 

Nunnnnnnung belum diselidiki. Dia hanya mengkonfirmasi penyelidikan terhadap empat lisensi untuk produksi (IUP) yang telah dibatalkan. 

“Ya (investigasi empat IUP yang telah dibatalkan). Nanti kita akan melihat yang pertama (Pulau Gaga),” katanya. 

Pada waktu itu, Nunung menyatakan bahwa penyelidikan didasarkan pada hukum dan diizinkan berdasarkan kesimpulan di lapangan. 

Sementara itu, dari sudut pandang dugaan kerusakan pada alam, Nunung mengatakan bahwa pertambangan harus selalu rusak oleh lingkungan. Namun, ada aturan untuk reklamasi dan kewajiban pengusaha untuk memberikan jaminan reklamasi. 

Read More : Apa Itu Pemungutan Suara Ulang? Ini Syarat dan Ketentuannya

Sebelumnya, pemerintah secara resmi menantang IUP, yang dimiliki oleh empat perusahaan yang beroperasi di Paradise Paradise Papua. Keputusan ini secara tidak langsung langsung ke Menteri Luar Negeri Sekretaris Negara Negara Bagian (Menesneg) Szapasio Hadi dalam pernyataannya kepada Media -Register pada hari Selasa (10.10.2025).

Menurut Prastyo, penghapusan biaya terbatas (RATA) memimpin saran Presiden Prabou sehari sebelumnya.

Keputusan itu dibuat setelah mempertimbangkan berbagai investasi masyarakat, juga dari aktivis lingkungan dan aktivis media sosial, yang secara aktif menyatakan keberatan terhadap keberadaan tambang di bidang perlindungan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *