Nusa Dua, Beritasatu.com – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappena) mengumumkan bahwa negara berkembang atau negara yang ditunjuk di Kawasan Selatan (Global South) menyumbang hingga 40% pendapatan kotor dunia . Didorong oleh Produk Dalam Negeri (PDB). Oleh karena itu, Indonesia memiliki lebih banyak peluang untuk bekerja sama dengan negara berkembang lainnya. Wakil Presiden Bidang Perekonomian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bipanas Amalia Adeninggar Vidyasanti mengatakan, masyarakat Global South merupakan 2/3 dari populasi dunia. Dengan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Global South akan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan global. Amalia mengatakan dalam konferensi pers di Nusa Dua Convention Center Bali, Senin (2/9/2024): “Akan ada peluang dan peluang besar di masa depan yang dapat membangun Indonesia pada khususnya dan umumnya. perkembangan dari dunia.” Amalia menegaskan, Indonesia terus menjaga hubungan baik dengan Global South. Ia mengatakan, kerja sama terjadi dengan saling berbagi pengetahuan mengenai kepentingan masing-masing negara. Dengan langkah ini maka kerjasama akan saling menguntungkan, “sehingga jika ada negara yang lebih baik tentunya akan berbagi pengalaman atau ilmunya dengan negara-negara yang membutuhkan ilmu tersebut.” Pemerintah Indonesia juga bekerja sama dengan mitra pembangunan lainnya untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Selain itu, Indonesia telah mencapai 69% target LNG pada tahun 2023. Jika kita melihat di tingkat global, SDGs baru tercapai 15 persen. Oleh karena itu, pengalaman Indonesia dalam berkomitmen pada tahun 2030. Dikatakannya, target SDG dapat menjadi “salah satu komponen yang dapat dibagikan dan disumbangkan oleh Indonesia pada tujuan pembangunan berkelanjutan dunia.” 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *