Jakarta, Beritasatu.com – Untuk pertama kalinya di Indonesia, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) akan menyelenggarakan Pameran Ekonomi Hijau 2024 di Jakarta Convention Center (“Teknologi Maju, Inovasi dan Sirkularitas ”). JCC) mulai tanggal 3 sampai dengan 5 Juli 2024.
Read More : Saham Asia Beragam Terpengaruh Data Ekonomi China
Ibu Vivi Yulaswati, Wakil Menteri Kelautan dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bapenas, mengatakan Pameran Ekonomi Hijau merupakan platform pengembangan teknologi, inovasi dan lingkungan ekonomi sirkular untuk mencapai ekonomi hijau di Indonesia. .
“Kami ingin mengajak sebanyak-banyaknya pihak untuk menerapkan prinsip ekonomi hijau. Kedepannya kami ingin Indonesia mengembangkan perekonomiannya, namun tidak seperti biasanya karena berbagai komitmen internasional mengharuskan Indonesia berkembang secara hijau. kata Vivi. Media Lunch: Road to Green Economy Expo” di Jakarta, Rabu (19/6/2024).
Selain itu, forum ini juga diisi berbagai kegiatan seperti pameran, peluncuran peta jalan ekonomi sirkular, peluncuran peta jalan nasional pengelolaan FLW, penandatanganan PKS/TA, pitch of business, talkshow/seminar dan business match.
Dalam acara ini, Bappenas akan menyasar beberapa pihak untuk turut berpartisipasi sebagai peserta sekaligus mitra dan kolaborator. Bappenas menyasar kementerian/lembaga, perusahaan swasta, start-up dan UMKM, perusahaan pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum.
“Menjadi ramah lingkungan memerlukan banyak perubahan, implementasi dan tindakan nyata. Nah, banyak sekali inovasi dan teknologi di dunia bisnis, misalnya saja di startup dan UMKM. Ekonomi sirkular adalah salah satu cara untuk menciptakan ekonomi hijau.
Read More : Maia Estianty Bertemu Calon Besan Bicarakan Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise
Vivi mencontohkan, beberapa perusahaan saat ini sedang mengembangkan ekonomi sirkular dengan menggunakan sumber daya yang mengurangi emisi dan limbah. Misalnya bahan bangunan dari sampah plastik, kulit dari jamur dan masih banyak lagi yang lainnya.
“Seperti yang telah dilakukan banyak orang, kami mencoba memberikan kesempatan untuk menunjukkan kepada teman-teman kami yang telah berbuat banyak untuk kami di masa depan dan mereka dapat mengulanginya. Oleh karena itu, tujuan dari pameran “ekonomi hijau” ini adalah untuk mempromosikan berbagai inovasi dan juga terbentuk melalui teknologi, sebenarnya kita bisa cepat mencapai ekonomi hijau sehingga kita bisa berada di masa depan,” ujarnya. Dia menyimpulkan.