Solo, Beritasatu.com – Sekitar 2 pekan setelah pensiun, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tetap menerima tamu di kediaman pribadinya di Solo. Mayoritas merupakan calon kepala daerah (cakada) dari berbagai daerah yang didukung Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan lainnya.

Read More : Kalah Lagi di Proliga 2025, Pelatih: BJB Sangat Kehilangan Ratri Wulandari yang Cedera

Diakui Jokowi, dalam beberapa hari terakhir, banyak kepala daerah yang berkunjung ke rumahnya di Jalan Kutai Utara I, Desa Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah.

Ada yang dari Sumsel, 2 hari lalu dari Sumbar, lalu dari Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada yang dari Papua, bahkan tiga calon dari Kalimantan Barat Ya, saya terima semuanya di sini. Saya terbuka, saya terbuka, ujarnya usai menerima calon wakil bupati (kawabup) dari Klaten Sofa Marwati, Rabu (6/11/2024).

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi memberikan masukan mengenai hal-hal mendasar yang perlu dilakukan, ia memperhatikan dan memperbaiki suatu bidang sesuai data yang dimilikinya.

“Iya, saya punya data kalau di daerah ini ada yang perlu diperhatikan, misalnya pertanian dan perkebunan kopi. Misalnya di daerah lain ada infrastruktur. Seperti tadi pagi, saya juga curhat soal perikanan dan pergaraman di Pati. di.   “Saya hanya percaya pada hal-hal mendasar yang perlu dilakukan di suatu daerah,” katanya.

Terkait pesan yang disampaikan dalam pertemuan dengan Wakil Bupati Klaten Sofa, mantan Wali Kota Solo ini mengatakan sektor pertanian harus dikembangkan. 

Read More : Langkah Pemerintah Stop Impor Komoditas Pangan Sudah Tepat

“Iya, persoalan pertanian, khususnya padi. ​​Apapun Klaten, masuk dalam kategori rumput padi nasional untuk daerah tersebut,” kata Jokowi.

Ia enggan berkomentar saat ditanya apakah pertemuan itu akan mempengaruhi elektabilitas kepala daerah. Jokowi menegaskan dirinya sudah pensiun sehingga pengaruhnya tidak terlalu besar.

“Tidak (memperkuat elektabilitas calon kepala daerah), orang sudah pensiun, sudah pensiun. Kalau dibilang ada survei, tanya saja ke yang melakukan survei. “Kalau saya sudah tidak kerja lagi, am,” Saya pensiun, apa efeknya,” ujarnya. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *