Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Parlemen PDIP Yulius Setiarto membantah tudingan pernyataannya bahwa polisi tidak akan netral pada Pilkada 2024 dalam video akun TikTok, Senin (25/11/2024). Anggota Komisi I DPR dari Parpol PDIP ini mengaku juga merupakan salah satu keluarga polisi Tanah Air, karena kakek dan ketiga pamannya adalah anggota polisi.

Read More : Isa Bajaj Sebut Ada Luka di Kemaluan Anaknya

Hal itu disampaikan Yulius menanggapi laporannya ke Mahkamah Agung DPR (MKD) terkait pernyataannya terkait keikutsertaan Polri pada Pilkada 2024.

Lagipula saya berasal dari keluarga besar Polri, saya mempunyai tiga adik laki-laki yang berprofesi sebagai polisi, ayah saya seorang polisi, tidak mungkin saya melakukan kata-kata kasar atau tuduhan yang tidak berdasar, kata Julius. , Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2024).

Menurut Yulius, apa yang ditampilkannya dalam video TikTok tersebut merupakan semacam opini politik terhadap apa yang terdapat di podcast media sosial. Informasi yang ada dalam video TikTok, kata dia, merupakan bentuk informasi yaitu pengulangan suatu kata tanpa mengubah makna atau penjelasan aslinya.

“Jadi saya bilang, hai, ada berita dari podcast Bocor Alus seperti ini lho, tayangannya panjang, menarik sekali. Nah yang saya lakukan, saya jelaskan biar singkat,” ujarnya.

“Yang saya inginkan adalah penjelasan untuk menghadirkan stabilitas dari para pemimpin pemerintahan, dalam hal ini Polri, atas cerita-cerita yang tersebar seperti ini,” imbuhnya.

Menurutnya, cara memberi yang keras bukanlah bentuk penghinaan, melainkan hanya pembeda pertunjukannya. Ia pun membantah leluconnya karena ada penjelasan atas ucapannya. Menurutnya, apa yang diberitakan soal dugaan keikutsertaan anggota Polri atau polisi netral pada Pilkada 2024 sudah dalam batas wajar.

“Salah kalau itu contoh, dalam pikiranku, aku memaki-maki, bukan seperti ini, itu suara paling keras, suara paling keras, ya, jalan setiap orang berbeda-beda, jadi jangan khawatir. laporan MKD ini,” tegasnya.

Read More : Desire Doue Pemain Muda Terbaik Liga Champions 2024/2025

Yulius mengaku mendapat dukungan dari PDIP setelah melapor ke MKD DPR. “Dari saya, ini sikap yang akan mendukung dia, kalau Anda mendukung semua pemimpin politik yang saya anggap penting terkait masalah ini, Anda pasti akan mendukungnya,” putus Julius.

Diketahui, Yulius PDIP dilaporkan warga asal Bekasi, Jawa Barat, Ali Lubis, atas informasi yang dipublikasikan Yulius melalui akun TikTok miliknya pada Minggu (25/11/2024).

Dalam video tersebut, Yulius menanggapi apa yang ditemukan di media sosial tentang dugaan partisipasi aparat dalam Pilkada 2024 terkait dukungan polisi terhadap calon yang diusung Mulyono, sapaan akrab Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Polisi sedang menggalang dukungan untuk mengalahkan calon yang diusung Mulyono, kata Iulius dalam video yang dipublikasikannya.

Menurut Yulius, mendorong pemimpin untuk mengalahkan calon tertentu merupakan kejahatan serius yang dapat mengancam stabilitas negara. Ia juga meminta Jenderal Polri Listyo Sigit Prabowo dalam waktu 1 x 24 jam menjelaskan temuan soal dugaan polisi tidak bias pada Pilkada 2024.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *