TASIKMALAYA, BERITASATU.COM – Tragedi banjir menghantam empat desa distrik Sukrasic, daerah Tasikmalay, Jawa Barat, Jumat (3/14/2025) ketika dua sungai dibanjiri. Akibatnya, ratusan rumah dibanjiri dan pintu masuk ke desa terputus.
Read More : Bek Muda Man United Tertangkap Berlatih Pakai Jersei Real Madrid
Area itu mengalir ke dua sungai, yaitu, Sungai Bersepeda dan Sungai Sitandu membanjiri dan pemukiman penduduk.
“Banjir sekarang lebih besar dari biasanya. Saya tidak bisa lulus karena pembuangan air seperti dada orang dewasa. Saya tidak bisa melewati akses jalan ke aliran air sungai,” kata Hilmi.
Hilmi mengatakan dia dan keluarganya telah pindah karena mereka khawatir baskom air dimulai karena hujan besar memerah pada hari Kamis (// 1 // 3) kemarin.
“Awalnya, air datang perlahan, tetapi debit air selama pengiriman dari kursi kedua sungai. Keluarga itu juga dievakuasi dengan ketakutan,” Himmi menyimpulkan.
FK Tasikmalaya Bupati Taga, wakil presiden Importalo Romdan meyakinkan bahwa tidak ada korban atau cedera akibat insiden itu. Hanya ribuan nyawa dipengaruhi oleh pembuangan air sungai yang mengalir.
Read More : Puji Gol Indah Ollie Watkins, Ronald Koeman Dukung Inggris Kalahkan Spanyol di Final Euro 2024
Importaloh mengatakan data sementara desa telah mendaftarkan 1.131 keluarga atau sekitar 4.000 orang yang terkena dampak banjir. “
Ayytra mengatakan bahwa penghancuran banjir di distrik Sukrasic, kompensasi Tasikmalaya sering jika curah hujan menggoreng daerah tersebut sehingga pembuangan air dari kedua sungai dibanjiri dan pemukiman penduduk.
Dia mengatakan bahwa pada saat ini partainya masih memuji dan berusaha keluar dari banjir distrik Sukrasic, Tasikmalaya. Bagi penduduk yang diberi prioritas untuk evakuasi, seperti kelompok berwujud, seperti penduduk yang sakit, orang tua, anak -anak untuk wanita hamil.