Jakarta, Beritasatu.com – Banjir merendam ratusan rumah di Jalan Rukun Ujung, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Sabtu pagi (25 Mei 2024). Hingga saat ini, masyarakat di kawasan Pejaten Oriental belum dievakuasi dan masih harus tinggal di lantai dua rumahnya.
Read More : Farhan dan Semesta Berpesta di Bandung yang Tak Pernah Padam
Sahlan, salah satu warga, kepada Beritasatu.com, Sabtu (25 Mei 2024), mengatakan: “Iya, sejak dini hari, ketinggian banjir mencapai 2 meter.”
Menurut Sahlan, banjir ini disebabkan meluapnya Bendungan Katulampa dan disertai hujan deras sejak Sabtu pagi. “Ini banjir, baru kali ini banjir lagi,” imbuh Sahlan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan, ketinggian banjir di 4 Satuan Tetangga (RT) di Kecamatan Pejaten Timur, Jakarta Selatan mencapai 260 sentimeter (cm) pada Sabtu (25 Mei 2024) pukul 09.00 WIB. RT di Pejaten Timur “banjir setinggi 190 cm hingga 269 cm disebabkan meluapnya Sungai Ciliwung,” Direktur Utama BPBD Jakarta Isawa Adji mengutip Antara, Sabtu (25 Mei 2024). Berdasarkan keterangan pers BMKG, ada peringatan dini banjir pantai pada 21-29 Mei 2024 akibat fenomena bulan baru pada 21 Mei 2024 yang berpotensi menyebabkan kenaikan muka air laut tertinggi di bawah bentuk. banjir pantai atau banjir rob di kawasan pesisir Jakarta Utara.
Read More : Alhamdulillah, Banjir di Karawang Mulai Surut setelah Terendam Selama 3 Hari
Baca juga: BPBD Jakarta kerahkan personel mitigasi dampak banjir bandang di pesisir pantai Hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Jumat (24 Mei 2024) menaikkan status Bendungan Katulampa menjadi Siaga Level 3 (peringatan). Pada Jumat (24 Mei 2024) pukul 19:16 WIB, stasiun pemantauan Depok menjadi Siaga Level 3 (Peringatan) pada Jumat (24 Mei 2024) pukul 23:00 WIB. Stasiun pemantauan Depok menjadi siaga 2 (warning) pada Sabtu (25). /Mei 2024) pukul 00:00 WIB, Pintu Air Manggarai ditingkatkan menjadi siaga 3 (peringatan) pada Sabtu (25 Mei 2024) pukul 06:00 WIB dan terjadi banjir di wilayah Jakarta.