GROBOGAN, BERITASATU.COM – Banjir karena limbah jatuh di Kabupaten Grobogan mencapai 48 desa di 11 kecil. Banjir keseluruhan membuat para pejabat mendorong warga untuk bergerak jika pembuangan air banjir terus meningkat.
Read More : Mengenal Penyakit Pernapasan HMPV yang Kasusnya Melonjak di China
Hingga Rabu (10/22/2024), kondisi banjir malam di berbagai tempat di Kabupaten Grobogan masih sangat tinggi di beberapa tempat di beberapa daerah. Untuk daerah rendah, banjir masih mencapai satu meter.
Banjir di Grobogan melakukan karena meluapnya tiga sungai besar, yaitu, Sungai Lusi, Serang dan Tuntang karena tingginya tingkat kenaikan.
Akibatnya, beberapa ledakan darat dipatahkan seperti di Sungai Tuntang, yang membuat jalan nasional terputus. Sejauh ini, proses patch yang diinginkan masih dipromosikan untuk mencegah peningkatan debit Sungai Tuntang.
Kepala Polisi Grobogan Ike Yulanto meminta penduduk untuk pindah jika kondisi banjir terus meningkat. Mengenali beberapa simbol sebenarnya mulai kembali, tetapi beberapa simbol dalam aliran sungai Lus terus berkembang karena sungai itu diciptakan.
Polisi masih menunggu kendali atas arus lalu lintas ke pengemudi yang lulus untuk mencegah kepastian yang masih banjir.
Read More : Tak Gentar Lawan Arab Saudi, Jay Idzes Sebut Apa Pun Bisa Terjadi pada Sepak Bola
“Faktanya, hari ini di Kabupaten Grobogan, ada banjir, salah satunya adalah limbah pecah, kami akhirnya memotong rute Purwadadi-Searing. Apa masalahnya kami tiba di sini, memastikan area pengaman penduduk, kami juga memindahkan penduduk yang terkena dampak.”
Dampak banjir di 48 desa Grobogan membuat 15.150 rumah banjir dan ratusan orang yang terlantar.