Bandung, Beritatasatu.com- Cara utama untuk menghubungkan Regence Bandung dan Kota Bandung ke Sub -District Dayeuhkolot, yang tenggelam sebagai akibat dari banjir Sungai Citaum, pada hari Sabtu (8/3/2025) di pagi hari.
Read More : Arab Saudi: Serangan Iran ke Qatar Langgar Hukum Internasional
Akibatnya, aliran gerakan lumpuh, dengan satu bagian dari bus karyawan tidak membongkar sampai para penumpang dievakuasi melalui kapal dan gerobak presenter.
Banjir ini disebabkan oleh intensitas hujan tinggi, yang membuat kutipan sungai lagi. Puding berkisar dari 30 hingga 50 cm, yang menghambat kegiatan populasi.
Beberapa pengendara memutuskan untuk meninggalkan banjir dengan Sungai Cirum, tetapi akhirnya banyak yang melakukan pemogokan. Salah satu korban Mahpudin mengatakan bahwa perjalanan dari Balreend ke Dayeuhkolot, yang biasanya dibanjiri selama hampir 30 menit selama hampir 30 menit.
“Jika pekerjaan sudah terlambat karena bencana seperti itu, perusahaan memberi toleransi,” katanya.
Sementara itu, IIS Nadin, seorang pekerja yang kembali ke shift malam, memutuskan untuk berjalan karena rute alternatif, seperti Bojongsall, menderita kemacetan lalu lintas yang serius. “Saya biasanya menjalankan sepeda motor, tetapi karena banjir, saya lebih suka menjalani perdagangan manusia,” katanya.
Read More : Kampung Baduy Jadi Tujuan Wisata Menarik Saat Libur Tahun Baru
Populasi berharap menjadi solusi yang konstan, karena banjir masih terjadi, bahkan di kolam gedung. “Mudah -mudahan, Cekungan Retensi Andir dapat mengurangi banjir, tetapi pada kenyataannya air akan berlanjut dalam lomba,” tambahnya.
Pada jalan utama impregnasi, banjir banjir Sungai Citaum juga membanjiri toko -toko dan rumah -rumah penduduk di desa Dayeuhkolot dan Bojongsoang. Sampai siang hari, permukaan air perlahan mulai mengurangi hujan yang berkurang di daerah Bandung yang lebih besar.